Jakarta,corebusiness.co.id-Ketua Umum Gerakan Rakyat Bersatu (GRIB ) Jaya, Rosario de Marshall atau Hercules buka suara terkait klaim PT Kereta Api Indonesia (KAI) atas kepemilikan tanah seluas 34.690 meter persegi di kawasan Bongkaran, Jalan Jati Bundar, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Hercules meyakini bahwa status tanah di kawasan Bongkaran tersebut bukan milik PT KAI. Pernyataan ini disampaikan karena dia berhadapan langsung dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau Ara di lahan tersebut, pada Minggu (5/4/2026).
Dalam kegiatan pengecekan lahan yang diunggahnya di akun Instagram miliknya, Ara didampingi Dirut PT KAI, Bobby Rasyidin dan Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, sempat berdebat dengan Hercules soal stuas kepemilikan lahan.
Sebelumnya, dalam rapat di dalam kereta menuju Stasiun Tanah Abang, Bobby Rasyidin mengungkapkan bahwa lahan miliknya saat ini dikuasi oleh ormas.
Adapun peninjauan ini merupakan bagian dari akselerasi Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah. Di atas lahan tersebut, pemerintah berencana membangun 1.000 unit hunian vertikal bagi rakyat kecil.
“Saya tahu sekali tentang tanah ini, karena puluhan tahun saya di sini. Jadi, tanah ini bukan milik PT KAI,” tegas Hercules saat konferensi pers yang diikuti corebusiness.co.id di kawasan Bongkaran, pada Jumat (10/4/2026).
Hercules menuturkan, tanah ini sebagian sempat digunakan oleh pihak swasta, yaitu PT Aneka Beton. Perusahaan ini sempat membuat Sertifikat Hak Pakai (SHP). Kemudian, muncul Hak Pengelolaan Lahan (HPL) oleh PT KAI.
Namun, kata Hecules, pada tahun 2007 status HPL tersebut tidak aktif. Selanjutnya, tanah ini dikembalikan ke pemilik asal yang memiliki bukti kepemilikan tanah dan pembayaran pajak berdasarkan Eigendom Verponding zaman kolonial Belanda yang telah dikonversikan ke Verponding Indonesia (PI). Tanah ini dikuasai secara fisik hingga saat ini.
Tanah ini, lanjut Hercules, juga sempat dikuasai masyarakat sekitar Tanah Abang. Namun, ahli waris melalui kuasa hukum dari GRIB Jaya telah melaporkan pengunaan lahan oleh masyarakat ke Polda Metro Jaya.
“Polda Metro Jaya akhirnya menurunkan anggotanya untuk menjaga keamanan di area tanah ini. Setelah aman, Polda Metro Jaya menyerahkan kembali kepada ahli waris, Bapak Suleman,” ucapnya.
Sebagai warga negara Indonesia, Hercules mengaku mendukung program pembangunan Presiden Prabowo Subianto.
“Bicara negara, saya katakan negara itu harus kuat. Jika negara kuat, Indonesia akan tenang, rakyat bisa makmur. Apalagi program Presiden, Pak Prabowo, kita semua rakyat ada di belakang Beliau. Bagaimana membangun negara ini bersama dengan rakyat sehingga negara bisa kuat dan aman,” tukasnya.
Namun, ia juga mengingatkan menteri dan aparat pemerintah dalam menjalankan program pemerintah, jangan mengabaikan hak rakyat. Pun jika tanah itu milik negara, Hercules meminta Dirut PT KAI untuk membawa bukti dan dibuka secara transparan.
“Jika buktinya akurat, hari ini juga atau besok akan kami kosongkan area ini. Tapi, dia kan (Dirut PT KAI) hanya bicara punya negara, padahal tanah ini ada yang punya,” tepisnya.