160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Bell Potter Pertahankan Rekomendasi Buy Saham Nickel Industries, Target Harga Naik Jadi A$1,30

750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Perusahaan riset pasar modal Bell Potter Securities kembali menegaskan rekomendasi Buy untuk saham Nickel Industries Ltd (NIC) dengan kenaikan target harga 12 bulan menjadi A$1,30 per saham, dari sebelumnya A$1,20. Revisi ini mencerminkan prospek fundamental NIC yang dinilai semakin solid, didukung oleh lonjakan harga nikel global serta sejumlah katalis positif strategis.

Dalam laporan bertajuk “While You Were Sleeping”, analis Bell Potter David Coates menyebut NIC berada di ambang tahun yang bersifat transformasional, seiring meningkatnya kapasitas produksi, kemitraan strategis, dan potensi pembatasan pasokan nikel global.

Bell Potter mengidentifikasi beberapa katalis utama yang memperkuat tesis investasi NIC dalam beberapa pekan terakhir. Di antaranya adalah peningkatan izin penjualan bijih nikel, pengungkapan kemitraan strategis di fasilitas ENC HPAL, serta kenaikan tajam harga nikel di pasar global.

Produsen material presisi asal Korea Selatan, Sphere Corp., telah mengakuisisi 10% saham di proyek ENC HPAL dengan valuasi look-through mencapai US$2,4 miliar. Nilai tersebut mengimplikasikan valuasi sekitar A$2,0 miliar untuk target kepemilikan 55% NIC di proyek tersebut. Angka ini dinilai jauh di atas Enterprise Value NIC saat ini yang sekitar A$5,0 miliar, menandakan potensi value unlocking yang signifikan.

750 x 100 PASANG IKLAN

Produksi di fasilitas ENC HPAL direncanakan mulai berjalan dalam waktu dekat, dengan target peningkatan produksi nikel HPAL dari sekitar 8 ribu ton per tahun menjadi sekitar 50 ribu ton per tahun sepanjang 2026. Selain itu, Bell Potter memperkirakan laju produksi bijih nikel NIC akan meningkat dari sekitar 10 juta ton per tahun menjadi 19 juta ton per tahun pada 2026, yang berpotensi mendorong pertumbuhan margin dan laba secara signifikan.

Dalam dua pekan terakhir, harga nikel LME melonjak dari level terendah delapan bulan ke level tertinggi dalam 14 bulan, dipicu volatilitas pasar dan isu pasokan global. Saham NIC tercatat telah menguat sekitar 27% sejak awal Desember 2025, sejalan dengan reli harga nikel tersebut.

Kenaikan harga nikel dipicu oleh rencana pembatasan produksi nikel oleh Pemerintah Indonesia hingga 34% atau sekitar 500–600 ribu ton nikel, yang berpotensi berdampak besar terhadap produksi global nikel yang saat ini sekitar 3,6 juta ton per tahun. Bell Potter menilai kebijakan tersebut kemungkinan lebih menekan produsen kecil berbiaya tinggi, sementara NIC relatif terlindungi berkat skala usaha dan struktur biaya yang kompetitif.

Proyeksi Kinerja dan Valuasi

Bell Potter merevisi proyeksi laba per saham (EPS) NIC dengan penyesuaian sebagai berikut:

750 x 100 PASANG IKLAN
  • CY25 turun 25%
  • CY26 naik 22%
  • CY27 naik 4%.

Secara jangka menengah, NIC diproyeksikan mencatat lonjakan kinerja signifikan. EBITDA diperkirakan meningkat dari US$278 juta pada 2025 menjadi US$456 juta pada 2026, dan melonjak tajam hingga US$1,136 miliar pada 2027. Laba bersih yang dapat diatribusikan juga diproyeksikan naik drastis hingga US$491 juta pada 2027.

Bell Potter menegaskan bahwa NIC merupakan salah satu produsen nikel terbesar di dunia yang tercatat di bursa, dengan eksposur produk dan pasar yang luas. Model bisnis terintegrasi dari hulu ke hilir membuat NIC tetap mampu menghasilkan laba bahkan di tengah harga nikel yang rendah.

“Kami mempertahankan rekomendasi Buy dengan target harga A$1,30 per saham, karena NIC menawarkan eksposur nikel yang kuat, risiko yang terdiversifikasi, serta potensi pertumbuhan signifikan dalam siklus harga berikutnya,” tulis Bell Potter dalam laporannya. (SDQ)

750 x 100 PASANG IKLAN

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !