160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Bell Potter Pertahankan Rekomendasi Buy Saham Nickel Industries, Target Harga Naik Jadi A$1,30

750 x 100 PASANG IKLAN

Kenaikan harga nikel dipicu oleh rencana pembatasan produksi nikel oleh Pemerintah Indonesia hingga 34% atau sekitar 500–600 ribu ton nikel, yang berpotensi berdampak besar terhadap produksi global nikel yang saat ini sekitar 3,6 juta ton per tahun. Bell Potter menilai kebijakan tersebut kemungkinan lebih menekan produsen kecil berbiaya tinggi, sementara NIC relatif terlindungi berkat skala usaha dan struktur biaya yang kompetitif.

Proyeksi Kinerja dan Valuasi

Bell Potter merevisi proyeksi laba per saham (EPS) NIC dengan penyesuaian sebagai berikut:

  • CY25 turun 25%
  • CY26 naik 22%
  • CY27 naik 4%.

Secara jangka menengah, NIC diproyeksikan mencatat lonjakan kinerja signifikan. EBITDA diperkirakan meningkat dari US$278 juta pada 2025 menjadi US$456 juta pada 2026, dan melonjak tajam hingga US$1,136 miliar pada 2027. Laba bersih yang dapat diatribusikan juga diproyeksikan naik drastis hingga US$491 juta pada 2027.

750 x 100 PASANG IKLAN

Bell Potter menegaskan bahwa NIC merupakan salah satu produsen nikel terbesar di dunia yang tercatat di bursa, dengan eksposur produk dan pasar yang luas. Model bisnis terintegrasi dari hulu ke hilir membuat NIC tetap mampu menghasilkan laba bahkan di tengah harga nikel yang rendah.

“Kami mempertahankan rekomendasi Buy dengan target harga A$1,30 per saham, karena NIC menawarkan eksposur nikel yang kuat, risiko yang terdiversifikasi, serta potensi pertumbuhan signifikan dalam siklus harga berikutnya,” tulis Bell Potter dalam laporannya. (SDQ)

Pages: 1 2Show All
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !