160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Inovasi Industri Pertambangan Nikel Terintegrasi Berbasis Keberlanjutan

Kanal beton sebagai saluran air untuk menggerakkan turbin PLTA yang dimiliki PT Vale Indonesia. Foto: screenshot video Youtube PT Vale Indonesia.

Konsep Pertambangan dan Industri Hilir Berkelanjutan

Bernardus mengungkapkan, operasi industri pengolahan nikel didukung oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik Perseroan, sehingga menghasilkan intensitas emisi karbon yang relatif lebih rendah dibanding operasi berbasis batu bara.

Menurutnya, efisiensi pada tiga PLTA juga menjadi salah satu jalan Perseroan untuk semakin mengefisienkan sumber energi bersih.

Untuk diketahui, PT Vale telah membangun tiga PLTA yang memanfaatkan pasokan air bersumber dari Danau Matano, Mahalona, dan Towuti. Sumber air dari ketiga danau ini diteruskan melalui Sungai Larona untuk mengaktifkan PLTA Larona, Balambano, dan Karebbe.

750 x 100 PASANG IKLAN

PLTA Larona resmi beroperasi tahun 1979. PLTA ini terdiri dari sebuah bendungan, kanal beton, tiga unit pipa besar, dan tiga unit turbin. PLTA Larona mampu menghasilkan energi sebesar 165 megawatt (MW).

Sementara PLTA Balambano, yang resmi beroperasi tahun 1999, terdiri dari sebuah bendungan, dua unit pipa besar, dan dua unit turbin. PLTA ini menghasilkan energi 110 MW.

Berikutnya PLTA Karebbe, resmi beroperasi tahun 2011, dengan rata-rata menghasilkan energi listrik sebesar 90 MW. PLTA ini menggunakan teknologi hydromatrix yang membutuhkan aliran air kecil, namun mampu memproduksi energi listrik lebih besar.

Secara general, ketiga PLTA ini mampu menghasilkan energi listrik rata-rata 365 MW, berfungsi sebagai pemasok utama tenaga listrik tanur peleburan bijih nikel di pabrik pengolahan milik Perseroan.

750 x 100 PASANG IKLAN

Lebih dari itu, ketiga PLTA tersebut membantu PT Vale dalam mengurangi 1,5 juta metric ton emisi karbon setiap tahun. Sekaligus menghindari penggunaan 13 juta barrel High Sulfur Fuel Oil (HSFO) dan sekitar 3 miliar liter oil per tahun.

Tak hanya itu, disampaikan Bernardus, PT Vale juga menerapkan konsep pertambangan hijau (green mining). Praktik pertambangan yang tidak hanya berfokus pada produksi mineral, tetapi juga memastikan keseimbangan antara aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Konsep ini mencakup pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, efisiensi energi, pengurangan emisi, reklamasi pascatambang, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan masyarakat sekitar tambang.

“Tujuannya adalah memastikan sumber daya mineral dapat memberikan manfaat jangka panjang secara berkelanjutan,” jelasnya.

750 x 100 PASANG IKLAN

Inovasi lainnya yang terapkan PT Vale adalah pemanfaatan limbah (slag) dari hasil pengolahan smelter agar memiliki nilai tambah dan mendukung prinsip ekonomi sirkular. Salah satu pemanfaatannya adalah sebagai material pendukung infrastruktur dan konstruksi, setelah melalui proses pengujian dan evaluasi teknis sesuai standar yang berlaku.

Bernardus menjabarkan, slag hasil pengolahan smelter diproses lebih lanjut melalui tahapan pengolahan dan pengujian teknis agar dapat dimanfaatkan secara aman dan bernilai guna. Produk turunannya dapat digunakan sebagai material konstruksi dan infrastruktur tertentu, sesuai dengan karakteristik teknis dan ketentuan regulasi yang berlaku.

Ia menyatakan, PT Vale juga terus mengeksplorasi inovasi sebagai bagian dari pengembangan praktik pertambangan berkelanjutan. Menurutnya, langkah ini sesuai dengan cita-cita PT Vale Indonesia menjadi perusahaan nikel terintegrasi kelas dunia yang berkontribusi dalam transformasi energi global melalui produksi nikel rendah karbon yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Sejalan dengan tujuan perusahaan, yaitu “We exist to improve life and transform the future together,” PT Vale Indonesia ingin memastikan bahwa kehadiran industri pertambangan tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menjaga lingkungan, serta menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi Indonesia dan dunia,” pungkasnya.

Menurutnya, melalui praktik pertambangan yang bertanggung jawab, hilirisasi, pengembangan ekosistem kendaraan listrik, dan penerapan ESG secara konsisten, PT Vale Indonesia berupaya menjadi bagian penting dari transformasi menuju masa depan yang lebih hijau dan inklusif.

Buah dari komitmen ini, PT Vale Indonesia mendapat penghargaan dari pemerintah, salah satunya menerima penghargaan Juara II Subroto Awards 2023 Subsektor Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE). PT Vale dinilai menjadi satu-satunya perusahaan pertambangan yang meraih kategori Efisiensi dan Transisi Energi. (Syarif)

Pages: 1 2Show All

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !