160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Presiden Prabowo Temui Presiden Trump, Salah Satu Agendanya Penandatanganan ART

Presiden RI Prabowo Subianto telah bertolak ke Amerika Serikat (AS), dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (16/2/2026). Foto: Sekretariat Kabinet.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Presiden RI Prabowo Subianto telah bertolak ke Amerika Serikat (AS), dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (16/2/2026).

Dari keterangan Sekretariat Presiden disebutkan, Presiden Prabowo didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, akan melakukan kunjungan kerja ke Washington DC, AS.

Presiden Prabowo diagendakan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump untuk membahas penguatan hubungan Indonesia dan AS, serta kerja sama strategis di berbagai bidang.

Presiden Prabowo dan Presiden Trump  juga diagendakan akan menandatangani kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART).

750 x 100 PASANG IKLAN

Diketahui, sebelum bertolak ke AS, Presiden Prabowo memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Minggu sore (15/2/2026). Pertemuan membahas rencana penandatanganan ART antara Indonesia dan AS, pada 19 Februari 2026.

Menteri yang hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan beberapa hal, antara lain, memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan siapapun, khususnya dalam waktu dekat dengan AS adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia.

Presiden Prabowo juga menginginkan perundingan harus sebanyak-banyaknya meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat global supply chain atau rantai pasok industri.

750 x 100 PASANG IKLAN

Selain itu, Kepala Negara menginginkan setiap kebijakan yang diambil harus sesegera dan sebanyak mungkin memberi keuntungan konkret untuk Indonesia.

Poin Utama Kesepakatan ART

Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan kerangka kesepakatan dagang timbal balik antara AS dan Indonesia. Pernyataan bersama berjudul Framework for United States-Indonesia Agreement on Reciprocal Trade itu dirilis Gedung Putih pada Selasa, 22 Juli 2025.

Adapun poin utama isi kerangka kesepakatan ART sebagai berikut:

1. Penghapusan Tarif oleh Indonesia

750 x 100 PASANG IKLAN

Indonesia akan menghapus sekitar 99 persen tarif atas produk industri, pangan, dan pertanian asal AS.

2. Tarif Resiprokal AS

AS akan mengenakan tarif 19 persen terhadap produk asal Indonesia, seperti ditetapkan dalam Perintah Eksekutif 14257 tanggal 2 April 2025. Beberapa komoditas tertentu bisa dikenakan tarif lebih rendah.

3. Aturan Asal Barang (Rules of Origin)

Indonesia dan AS akan menyusun aturan asal barang agar manfaat perjanjian hanya berlaku untuk produk dari AS dan Indonesia.

4. Penghapusan Hambatan Nontarif

Indonesia akan menghapus syarat kandungan lokal, menerima standar kendaraan dan sertifikat FDA (badan pengawas obat dan makanan AS), mengurangi aturan pelabelan dan inspeksi, serta menyelesaikan isu kekayaan intelektual.

5. Penanganan Kapasitas Baja

Indonesia akan bergabung dengan Forum Global Kapasitas Berlebih Baja (GFSEC) untuk mengatasi persoalan kelebihan kapasitas produksi baja secara global untuk mengurangi dampak negatif dari kelebihan suplai baja di pasar dunia.

6. Produk Pangan dan Pertanian

Indonesia berkomitmen untuk menghapus persyaratan izin impor atas produk pangan dan pertanian asal AS, menetapkan status permanen bagi produk nabati tertentu, serta mengakui sertifikat dari otoritas regulasi AS untuk komoditas daging, unggas, dan susu serta menetapkan status permanen Fresh Food of Plant Origin (FFPO).

7. Perdagangan Digital dan Jasa

Indonesia akan mengizinkan transfer data pribadi ke AS, menghapus tarif produk digital, mendukung moratorium bea transmisi elektronik di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), serta menghapus tarif dan deklarasi untuk produk tak berwujud.

8. Hak Tenaga Kerja

Indonesia akan melarang impor barang hasil kerja paksa, memperbaiki perlindungan hak berserikat, dan memperkuat penegakan hukum ketenagakerjaan.

9. Perlindungan Lingkungan

Indonesia berkomitmen dalam perbaikan tata kelola kehutanan, pelarangan perdagangan kayu ilegal, implementasi subsidi perikanan WTO, serta pemberantasan penangkapan ikan dan satwa liar ilegal.

10. Ekspor Komoditas Industri

Indonesia akan mencabut pembatasan ekspor komoditas industri ke AS, termasuk mineral penting.

11. Keamanan dan Rantai Pasok

Kedua negara sepakat bekerja sama dalam pengamanan rantai pasok, investasi, dan ekspor, termasuk menangkal praktik dagang curang.

12. Transaksi Komersial

Akan ada pembelian pesawat senilai US$ 3,2 miliar, produk pertanian senilai US$ 4,5 miliar, dan energi sebesar US$ 15 miliar antara perusahaan AS dan Indonesia. (Rif)

 

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !