Jakarta,corebusiness.co.id-Fitch Ratings, lembaga pemeringkat kredit organisasi dan negara, merevisi prospek kredit Indonesia, dari stabil menjadi negatif.
Untuk peringkat kredit, Fitch tetap mempertahankan pada BBB–masuk dalam kategori investment grade, atau layak investasi. Ini adalah sinyal kepercayaan dari dunia internasional bahwa Indonesia dianggap mampu dan dapat diandalkan untuk membayar utang-utangnya
”Fitch Ratings merevisi prospek atas peringkat gagal bayar penerbit (issuer default rating/IDR) jangka panjang dalam mata uang asing Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil, serta menegaskan kembali rating pada level BBB,” kata Fitch dalam siaran pers, dikutip Rabu (4/3/2026).
Perubahan outlook tersebut, menurut Fitch, mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta kekhawatiran atas melemahnya konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan ekonomi Indonesia, di tengah meningkatnya sentralisasi kewenangan pengambilan keputusan kebijakan.
Fitch mengungkapkan, penurunan prospek peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif merupakan pukulan terbaru dalam serangkaian pukulan terhadap sentimen investor bagi Indonesia.
Berikut catatan detail Fitch terhadap kemunduran ekonomi Indonesia senilai 1,4 triliun dolar AS yang dialami selama dua bulan terakhir, serta beberapa tanggapannya:
Pertama, penyedia indeks global MSCI, pada Januari 2026 membekukan setiap perubahan pada daftar saham Indonesia karena kekhawatiran tentang kepemilikan dan transparansi perdagangan.