Jakarta,corebusiness.co.id-Pemerintah Indonesia mempersiapkan langkah antisipatif dengan membuka opsi pasokan minyak mentah dan BBM di luar kawasan Timur Tengah. Upaya menjaga kesinambungan pasokan energi dalam negeri.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah menyebabkan harga minyak global melonjak di atas US$100 per barel. Senin ini, harga minyak mentah melanjutkan kenaikannya, dengan Brent menuju kenaikan bulanan tertinggi sepanjang masa, setelah Houthi Yaman melancarkan serangan pertama mereka terhadap Israel pada akhir pekan. Keterlibatan Houti Yaman semakin memperluas perang AS-Israel dengan Iran di Timur Tengah.
Kontrak minyak mentah Brent melonjak $3,09, atau 2,74%, menjadi $115,66 per barel pada pukul 23.53 waktu London setelah ditutup 4,2% lebih tinggi pada Jumat. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di harga $102,56 per barel, naik $2,92, atau 2,93%, setelah mengalami kenaikan 5,5% pada sesi sebelumnya.
Harga Brent telah melonjak 59% bulan ini, lonjakan bulanan paling tajam, melampaui kenaikan yang terlihat selama Perang Teluk 1990, setelah konflik Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur bagi seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Perang yang diluncurkan pada 28 Februari dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran, telah menyebar ke seluruh Timur Tengah, dengan Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran pada hari Sabtu melancarkan serangan pertama mereka terhadap Israel sejak awal konflik, menimbulkan kekhawatiran tentang jalur pelayaran di sekitar Semenanjung Arab dan Laut Merah.
“Konflik tersebut tidak lagi terkonsentrasi di Teluk Persia dan sekitar Selat Hormuz, tetapi sekarang meluas ke Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb, salah satu titik hambatan terpenting di dunia untuk aliran minyak mentah dan produk olahan,” kata analis JP Morgan yang dipimpin oleh Natasha Kaneva dalam sebuah catatan, dikutip Reuters.
Data dari perusahaan analitik Kpler menunjukkan ekspor minyak mentah Saudi yang dialihkan dari Selat Hormuz ke Pelabuhan Yanbu di Laut Merah mencapai 4,658 juta barel per hari pekan lalu.
“Jika ekspor dari Yanbu terganggu, minyak Saudi perlu beralih ke jalur pipa Suez-Mediterania (SUMED) Mesir ke Mediterania,” kata analis JP Morgan.
Serangan di wilayah tersebut meningkat selama akhir pekan dan merusak Terminal Salalah Oman, meskipun ada upaya untuk memulai pembicaraan gencatan senjata.
Iran mengatakan siap untuk menanggapi serangan darat AS, menanggapi Washington pada Minggu yang tengah mempersiapkan serangan darat, bahkan ketika mereka berupaya melakukan negosiasi.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran berdampak pada pasokan energi global. Mengutip Al Jazeera, hampir 2.000 kapal terdampar di dekat selat sempit tersebut, yang terletak di antara Iran di sisi utara dan Oman serta Uni Emirat Arab di sisi selatan.
Pada Kamis, media Iran melaporkan bahwa parlemen berupaya mengesahkan undang-undang untuk memungut biaya tol bagi kapal-kapal yang melintasi Hormuz.
“Menurut rencana ini, Iran harus memungut biaya untuk memastikan keamanan kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz,” kata seorang pejabat seperti dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (28/3/2026).
“Hal ini sepenuhnya wajar. Sama seperti di koridor lain, ketika barang melewati suatu negara, bea masuk dibayarkan. Selat Hormuz juga merupakan koridor. Kami memastikan keamanannya, dan wajar jika kapal dan tanker membayar bea masuk kepada kami,” tambahnya.
Iran telah menuntut pengakuan internasional atas haknya untuk menjalankan otoritas atas Selat Hormuz sebagai salah satu dari lima syaratnya untuk mengakhiri perang.
Pada Minggu, anggota parlemen Iran Alaeddin Boroujerdi mengatakan kepada saluran TV satelit berbahasa Farsi yang berbasis di Inggris, Iran International bahwa negara tersebut telah mengenakan biaya sebesar US$2 juta atau sekitar Rp33 miliar kepada beberapa kapal untuk melewati selat tersebut.
Pasokan Minyak ke Indonesia Mandek
Negara-negara yang terdampak penutupan Selat Hormuz, termasuk Indonesia, telah melobi Iran untuk mengizinkan kapal melewati selat tersebut, yang merupakan satu-satunya jalur untuk mengekspor minyak dan gas dari sebagian besar produsen Teluk.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebutkan, penutupan Selat Hormuz membuat 20,1 juta barel per hari pasokan minyak mentah terhambat. Indonesia sendiri, sekitar 20 persen hingga 25 persen impor minyak mentah mandek.
“Dari total impor crude kita yang dari Middle East itu kurang lebih sekitar 20 persen sampai 25 persen. Selebihnya kita ambil dari Afrika, Angola, Amerika, kemudian dari beberapa negara lain seperti Brasil,” kata Bahlil dalam konferensi pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM, di Jakarta.
Pemerintah bersama pihak-pihak terkait terus memperkuat koordinasi guna mendukung proses pelintasan kapal Indonesia yang berada di kawasan Teluk Persia agar dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia menyampaikan bahwa Kementerian ESDM terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan pihak-pihak terkait untuk mendukung kelancaran proses tersebut, sekaligus menjaga ketahanan pasokan energi nasional.
“Kementerian ESDM terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan proses pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz dapat berjalan aman dan lancar. Dalam proses tersebut, tidak hanya soal muatan, tapi keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama pemerintah,” kata Anggia di Jakarta, Minggu (29/3/2026).
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela menyampaikan bahwa Kementerian Luar Negeri bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Iran guna memastikan keselamatan kapal dan awak kapal Indonesia.
“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran. Saat ini, hal tersebut tengah ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional,” kata Nabyl.
Pertamina juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Indonesia dalam penanganan situasi ini. Saat ini, Pertamina melalui Pertamina International Shipping (PIS) tengah mempersiapkan aspek teknis dan administratif agar kedua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.
“Prioritas kami tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron.
Untuk menjaga ketahanan pasokan BBM dalam negeri, Anggia mengatakan bahwa pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber energi dengan membuka opsi pasokan minyak mentah dan BBM dari kawasan selain Timur Tengah. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, untuk memperluas sumber impor minyak dari berbagai negara guna menjaga kesinambungan pasokan dalam negeri.
Sebagai informasi, sepanjang 2025 Pertamina mengimpor 135,33 juta barel minyak mentah, dengan sekitar 19 persen atau 25,36 juta barel di antaranya berasal dari Arab Saudi. Selebihnya, pasokan minyak mentah Indonesia berasal dari berbagai sumber, antara lain Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya. Selain itu, Indonesia juga memiliki kerja sama jangka panjang dengan Singapura dan Malaysia untuk pasokan produk BBM. (Rif)