160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
750 x 100 PASANG IKLAN

Produksi Minyak Turun, Menteri ESDM Dipanggil Presiden Prabowo ke Hambalang

750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id –Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahli Lahadalia ke kediamannya di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu kemarin. Bahlil diminta menjelaskan terus turunnya produksi minyak.

“Presiden Prabowo memanggil saya untuk menanyakan produksi minyak siap jual atau lifting minyak Indonesia yang menurun dalam kurun waktu dua bulan terakhir,” kata Bahlil saat menyampaikan sambutan puncak perayaan HUT ke-65 MKGR di Shangri La Hotel Jakarta, Sabtu (18/1/2025).

Bahlil yang ditunjuk pemerintah sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional menyampaikan ke Presiden Prabowo bahwa lifting minyak Indonesia selama dua bulan terakhir turun, dari sebesar 600.000 turun lagi menjadi 590.000 barel per hari.

Ia mengungkap bahwa lifting minyak Indonesia mengalami defisit yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan konsumsi di Tanah Air. Maka, Indonesia masih harus mengimpor minyak sebesar 1 jita barel minyak setiap harinya.

750 x 100 PASANG IKLAN

“Konsumsi minyak kita sekarang sekitar 1.600.000 barel per day. Jadi kita impor itu kurang lebih sekitar 1.000.000 barel per day. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 500 triliun untuk mengimpor minyak,” tuturnya.

Bahlil mengatakan, Presiden Prabowo sudah menargetkan adanya peningkatan lifting minyak menjadi 1 juta barel per hari dalam 3 tahun ke depan. Presiden menekankan, Indonesa harus bisa menghentikan impor minyak pada tahun 2029.

Target SKK Migas dan Pertamina

Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan lifting migas sebesar 1,61 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) pada 2025. Lifting migas yang dimaksud terdiri dari 605 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan gas 1,01 juta BOEPD sesuai target APBN.

“Pada 2025, kami menargetkan pengeboran yang lebih masif termasuk kegiatan stimulasi sumur, reaktivasi lapangan idle, serta penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR), Improved Oil Recovery (IOR), dan onstream proyek hulu migas,” kata Kepala SKK Migas Djoko Siswanto seperti dikutip dalam keterangannya.

750 x 100 PASANG IKLAN

Djoko mengklaim target lifting 2025 bukan sekadar rencana di atas kertas. Target itu merupakan kontrak komitmen dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang mencerminkan reputasi masing-masing.

Sementara itu, PT Pertamina sebagai BUMN yang bergerak di bidang migas menargetkan produksi minyak mencapai 748 BOPD pada tahun 2025. Target ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan energi nasional melalui optimalisasi sektor hulu dan investasi strategis.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Wiko Migantoro dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, mengatakan bahwa hal itu telah masuk dalam Rencana Jangka Panjang Pembangunan (RJPP) di 2025.

“Kalau di RJPP kita tahun depan target produksi kita adalah 748 ribu barel oil per day, di mana domestik 417 ribu barel oil per day dan sisanya kita harapkan bisa dapat dari internasional,” kata Wiko, seperti dikutip Antara.

750 x 100 PASANG IKLAN

Pertamina bahkan memproyeksikan produksi minyak di tahun 2029 hingga 914 ribu BOPD. Dari target itu, produksi domestik mencapai 480 ribu BOPD.

Pertamina optimistis target tersebut dapat tercapai dengan penambahan sumber minyak dari lapangan baru maupun optimalisasi sumur eksisting. (Rif)

 

 

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
PT. ANINDYA WIRAPUTRA KONSULT

Promo Tutup Yuk, Subscribe !