
Magetan,corebusiness.co.id-Kementerian Pertanian mendampingi Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI Masa Sidang II Tahun Sidang 2024-2025 di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (19/2/2025). Kementan dan Tim Komisi IV DPR mendorong petani meningkatkan produksi dan produktivitas untuk mendukung swasembada pangan.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Alamsyhari (Fraksi PKS) memimpin Kunjungan Kerja Spesifik bersama 11 anggota Komisi IV DPR RI, masing-masing Sturman Panjaitan (Fraksi PDI P), Edoardus Kaize (Fraksi PDI P), Adrianus Asia Sidot (Fraksi Golkar), Eko Wahyudi (Fraksi Golkar), Dwita Ria Gunadi (Fraksi Gerindra), Azikin Solthan (Fraksi Gerindra), Sulaeman L. Hamzah (Fraksi Nasdem), Jaelani (Fraksi PKB), Riyono (Fraksi PKS), Johan Rosihan (Fraksi PKS), dan Guntur Sasono (Fraksi Demokrat).
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Winarto mewakili Penjabat Bupati Magetan, mengatakan bahwa Kabupaten Magetan mempunyai luas wilayah 688,84 kilometer persegi, terdiri dari 18 kecamatan, 207 desa, dan 28 kelurahan. Jumlah penduduknya saat ini 670.812 jiwa.
“Hari ini ada momen yang sangat luar biasa atas kehadiran Bapak-bapak dari Komisi IV DPR RI menjadi satu dambaan dari warga masyarakat Kabupaten Magetan. Bahwasanya Magetan perlu bantuan, dukungan, serta motivasi dari bapak untuk bisa menyemangati para petani kita, khususnya para petani tanaman pangan,” kata Winarto saat menyambutan sambutan dalam acara Diskusi Budi Daya Padi dalam Rangka Peningkatan Produksi dan Produktivitas Mendukung Swasembada Pangan di Desa Carikan, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Rabu (19/2/2025).
Diskusi dihadiri Kepala Badan Pangan Nasional, Dirjen Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Magetan, Direksi Perum Bulog, Direksi PT Pupuk Indonesia, Direksi ID Food, unsur Forkopimpa Jawa Timur dan Magetan, petani, dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), dan penyuluh.
Winarto mengatakan, mayoritas petani di Kabupaten Magetan ini adalah petani tadah hujan. Karena itu, para petani perlu sentuhan-sentuhan dan dukungan dari Komisi IV DPR dan pemerintah.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan pertanian di Magetan tidak mengalami hambatan. Pupuk, benih padi, alat mesin pertanian, hingga tenaga penyuluh dan petugas OPT sudah berjalan dengan baik. Namun begitu, petani Magetan masih membutuhkan dukungan dari Komisi IV dan pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian.
Khusus di Desa Carikan, kata Winarto, terdapat lahan yang berpotensi dijadikan lahan pertanian seluas 73 hektare. Jika lahan tersebut dijadikan lahan produktif, setidaknya bisa menyerap tenaga kerja, dan mengurangi angka pengangguran di Magetan yang saat ini tercatat 14 ribu jiwa.
Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Alamsyhari mengatakan bahwa Presiden Prabowo beserta jajaran Kabinet Merah Putih sangat serius untuk mencapai swasembada pangan. Keseriusan Presiden Prabowo dibuktikan dengan memberikan berbagai kebutuhan untuk kegiatan usaha tani, mulai dari sarana produksi (saprodi), alat mesin pertanin modern (alsintan), pompa air, dan lainnya.
“Sekarang kalau sampai tidak ada pupuk di petani, itu artinya yang masalah distributornya. Karena stok ada, jumlah pupuk ditambah hampir dua kali lipat,” kata Abdul Kharis.