160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Neraca Perdagangan RI September 2026 Surplus

Ilustrasi: aktivitas pengangkutan barang oleh kapal di pelabuhan. Foto: dok. BPS
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id–Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 senilai US$ 3,36 miliar. Capaian tersebut didorong sektor nonmigas sebesar US$ 5,67 miliar, meski tergerus defisit migas sebesar US$ 2,31 miliar.

Kemendag menilai, kendati sedikit menyusut dibandingkan Agustus 2026 dengan US$ 3,55 miliar, capaian ini tetap memperkuat tren surplus berkelanjutan Indonesia.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut tiga komoditas utama penyumbang surplus nonmigas pada September 2026, antara lain, lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15) sebesar US$ 4,41 miliar, bahan bakar mineral (HS 27) US$ 2,58 miliar, serta besi dan baja (HS 72) US$ 1,85 miliar. Dari sisi mitra dagang, Amerika Serikat (AS) masih menjadi penyumbang surplus nonmigas terbesar dengan nilai US$ 2,15 miliar, diikuti India US$ 1,66 miliar, dan Filipina US$ 0,77 miliar.

Secara kumulatif, kinerja perdagangan nonmogas dari tiga komoditas penopang utama periode Januari–September 2026, yaitu lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15) sebesar US$ 29,31 miliar, bahan bakar mineral (HS 27) US$ 21,42 miliar, serta besi dan baja (HS 72) US$ 13,95 miliar.

Kemudian kulumatif tiga negara mitra dagang utama yang berkontribusi terhadap perdagangan nonmigas pada periode Januari–September 2026, yaitu AS sebesar US$ 17,37 miliar, India US$ 10,81 miliar, dan Filipina US$ 6,25 miliar.

Sementara total kinerja perdagangan periode Januari–September 2026 mencapai US$ 10,61 miliar. Angka perdagangan periode ini terdiri atas nonmigas sebesar US$ 34,21 miliar dan defisit migas US$ 23,60 miliar.

“Capaian kumulatif ini menunjukkan konsistensi Indonesia dalam mempertahankan komoditas unggulan di pasar global,” ujar Mendag Busan dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (4/11/2026).

Catatan tersebut, kata dia,  juga menunjukkan konsistensi Indonesia dalam mempertahankan pasar tradisional dengan tetap mendorong diversifikasi pasar ke negara-negara tujuan ekspor nontradisional seperti Banglades, Pakistan, dan Mesir yang tercatat masuk dalam 10 teratas mitra dagang penyumbang surplus. (Rif)

 

750 x 100 PASANG IKLAN

Pemimpin Redaksi di corebusiness.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN