160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Tegas! Bahlil Perintah para Dirjen Ekspor SDA Jangan Singgah di Negara Perantara

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia saat membuka Mineral dan Batubara Convention – Expo (Minerba Convex) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (2/11/2026).
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id– Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memerintahkan para direktur jenderal agar ekspor sumber daya alam (SDA) dikirim langsung ke negara tujuan akhir.

Perintah itu disampaikan Bahlil saat membuka Mineral dan Batubara Convention – Expo (Minerba Convex) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (2/11), di hadapan pimpinan perusahaan, asosiasi, akademisi, dan pelaku industri pertambangan.

“Pak Dirjen, saya perintahkan jangan lagi ada pengiriman sumber daya alam kita, kalau kita ekspor, lewat transit negara tertentu. Langsung saja!” tegas Bahlil.

Bahlil mencontohkan bahwa pengiriman komoditas seperti gas (LNG) maupun hasil tambang ke negara seperti China, Jepang, atau Korea harus dikirim langsung dari Indonesia tanpa harus singgah dan dicap stempel oleh negara perantara yang kemudian mengklaim komoditas tersebut sebagai ekspor negara lain.

“Indonesia ini negara berdaulat, bukan negara yang bisa diatur-atur oleh siapa pun, tidak boleh!” tegasnya lagi.

Bahlil juga meminta dalam memanfaatkan SDA jangan terlampau berlebihan. Menurutnya, mengelola SDA itu harus dengan cara tata kelola yang baik dan benar, jangan kita mengelolanya secara tidak bertanggung jawab.

Bahlil juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan (supply and demand) di pasar global, seperti yang ia contohkan pada komoditas batubara dan nikel.

Menurutnya, produksi yang dilakukan secara membabi buta tanpa kontrol justru dapat menjatuhkan harga komoditas di pasaran internasional, yang pada akhirnya merugikan pendapatan negara serta nilai profit perusahaan dalam jangka panjang.

Bahlil menekankan, pengelolaan sektor pertambangan harus dilakukan secara bijaksana demi menjamin kelangsungan hidup serta ketersediaan cadangan bagi generasi mendatang. (Rif)

 

750 x 100 PASANG IKLAN

Pemimpin Redaksi di corebusiness.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN