160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html

Elnusa Terapkan Dual Completion untuk Optimalisasi Migas Sumur GNK-114

Teknologi Dual Completion melakukan pengujian dua interval reservoir melalui konfigurasi Long String dan Short String. Foto: Elnusa.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-PT Elnusa Tbk menerapkan teknologi Dual Completion untuk memaksimalkan potensi migas di sumur Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (Pertamina Hulu Rokan Zona 4). Hasilnya?

Teknologi Dual Completion tersebut diaplikasikan pada Sumur Pengembangan GNK-114 (GNK-PD80) di Struktur Gunung Kemala yang berada di wilayah kerja Pertamina EP Prabumulih Field, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Dalam kolaborasi ini Elnusa turut mendukung rangkaian pekerjaan pengeboran hingga pemasangan completion yang menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan potensi beberapa lapisan reservoir melalui satu sumur.

Senior Manager Drilling & Well Intervention PHR Zona 4, Eko Hardjani, menjelaskan penggunaan teknologi Dual Completion pada sumur GNK-114. Karena, ungkap Eko, sumur ini memiliki medan yang cukup menantang.

“Tantangan pada GNK-114 adalah bagaimana mengoptimalkan potensi beberapa lapisan reservoir melalui satu sumur secara efektif dan tetap aman. Karena itu, Dual Completion menjadi bagian penting dalam strategi completion untuk memungkinkan pengujian dan evaluasi potensi kedua lapisan secara lebih optimal,” ungkap Senior Manager Drilling & Well Intervention PHR Zona 4, Eko Hardjani, dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2026).

Pada GNK-114, dilakukan pendekatan Dual Completion dengan pengujian dua interval reservoir melalui konfigurasi Long String dan Short String. Hasil uji Long String pada lapisan TAF-K1 mencatat laju alir sementara sebesar 2.873,4 BOPD dan 1,49 MMSCFD secara natural open flow.  Sementara Short String pada lapisan TAF-C1 dan TAF-C2 mencatat 2.731,68 BOPD dan 1,47 MMSCFD.

Dengan demikian, potensi hasil uji gabungan kedua string mencapai 5.605,68 BOPD dan 2,96 MMSCFD. PHR Zona 4 selanjutnya melakukan evaluasi bean performance pada kedua lapisan untuk memperoleh konfigurasi produksi yang optimal sebelum memasuki tahap produksi.

“Hasil uji kedua string menunjukkan potensi alir yang positif dengan total potensi mencapai 5.605,68 BOPD dan 2,96 MMSCFD secara open flow. Bagi PHR Zona 4, hasil ini menjadi input penting dalam menentukan konfigurasi produksi yang paling optimal untuk mendukung pengembangan sumur. Selain menghasilkan potensi uji produksi yang positif, pelaksanaan pengeboran sumur GNK-114 juga menunjukkan capaian dari sisi eksekusi operasi,” papar Eko.

Ia menyebut secara keseluruhan rangkaian pengeboran hingga uji produksi diselesaikan dalam waktu 37 hari, lebih cepat dibandingkan program 55 hari, dengan 52.244 safe man hours sejak sumur di tajak serta memastikan pekerjaan berjalan efektif, aman, dan sesuai standar operasional yang ditetapkan.

Sementara itu, Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, mengatakan bahwa GNK-114 menunjukkan bagaimana value dari kapabilitas dan teknologi Elnusa tidak hanya dilihat dari keberhasilan implementasinya, tetapi dari manfaat yang dihasilkan bagi operasi pelanggan.

“GNK-114 menunjukkan bahwa value dari sebuah solusi teknologi tidak berhenti pada keberhasilan implementasinya, tetapi terlihat dari bagaimana solusi tersebut membantu pelanggan memperoleh informasi yang lebih baik untuk mengoptimalkan sumur. Melalui integrasi kapabilitas drilling, completion, dan EWLPP, hingga penerapan Dual Completion, Elnusa berupaya memastikan setiap pekerjaan dapat memberikan outcome yang relevan dengan kebutuhan operasi pelanggan,” terang Andri.

Andi menyatakan bahwa hasil uji GNK-114 menjadi salah satu bukti bagaimana kapabilitas tersebut dapat diterjemahkan menjadi value bagi PHR Zona 4. Dalam rangkaian tersebut kapabilitas Elnusa pada sisi drilling serta pemasangan completion dan EWLPP menjadi bagian dari kolaborasi antartim.

Penerapan pada GNK-114 juga melanjutkan kolaborasi Elnusa bersama PHR Zona 4 dalam menghadirkan solusi untuk kebutuhan pengembangan lapangan. Sebelumnya, Elnusa mendukung implementasi Dual Completion pada sumur BNG-D14 di Adera Field, yang mencatatkan tambahan produksi sekitar 480 BOPD minyak dan 3,3 MMSCFD gas, dibandingkan target awal sebesar 186 BOPD dan 1,09 MMSCFD.

Jika pada BNG-D14 implementasi Dual Completion telah menunjukkan kontribusinya terhadap peningkatan produksi, maka GNK-114 memperlihatkan bagaimana pendekatan serupa dapat memberikan informasi performa dari dua lapisan reservoir secara lebih terintegrasi sebagai dasar untuk menentukan konfigurasi produksi selanjutnya.

“Ke depan, kami ingin terus bertumbuh bersama pelanggan dengan menghadirkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan operasi secara nyata. Bagi Elnusa, keberhasilan bukan hanya ketika pekerjaan selesai, tetapi ketika kapabilitas yang kami hadirkan dapat membantu pelanggan mengambil langkah berikutnya dengan lebih optimal,” ucapnya.

Andri menandaskan, melalui penguatan kapabilitas drilling, completion, serta inovasi teknologi, Elnusa akan terus mendukung produktivitas lapangan, pencapaian target produksi migas, dan berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional. (Gaska)

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN