Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html
Jakarta,corebusiness.co.id-Harga minyak mentah Brent ditutup turun 6 sen, atau 0,06%, menjadi $102,25 per barel, pada Sabtu (3/10/2026). WTI ditutup turun $1,76, atau 1,90%, menjadi $91,11 per barel. Untuk pekan ini, Brent naik 0,11% sementara WTI turun 1,6%.
Penurunan harga minyak mentah tersebut, seperti diberitakan Reuters, efek setelah para pemimpin Eropa menyetujui permintaan Presiden AS Donald Trump untuk melepaskan cadangan diesel guna menurunkan harga dan mengurangi impor bahan bakar dari AS.
“Eropa baru saja setuju untuk melepaskan sejumlah besar minyak diesel yang mereka simpan dalam jumlah besar,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.
Sebelumnya, Trump mengatakan dia sedang mempertimbangkan larangan ekspor diesel AS.
“Eropa merasa cukup rentan. Eropa akan menjadi salah satu wilayah yang paling menderita jika kita memberlakukan larangan ekspor diesel,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group, Phil Fyinn.
Proposal Prancis
Pemerintah UE bertindak setelah membahas proposal Prancis agar negara-negara Eropa melepaskan 50 juta barel diesel, dan agar anggota Badan Energi Internasional melepaskan 50 juta barel minyak mentah. Demikian tiga sumber yang mengetahui diskusi tersebut mengatakan kepada Reuters.
Berdasarkan proposal tersebut, Eropa akan melepaskan sebagian volume diesel dalam jangka waktu 20 hari.
Presiden Prancis Emmanuel Macron memimpin konferensi video dengan para pemimpin G7 pada hari Jumat. Kendati demikian, belum jelas apakah negara-negara G7 telah menyetujui proposal Prancis tentang volume bahan bakar yang akan dilepaskan.
“Ini menyoroti bahwa tekanan utama di pasar energi bukan lagi ketersediaan minyak mentah, dengan aliran Timur Tengah yang pulih, tetapi pasokan produk olahan, yang dibatasi oleh pengurangan kapasitas dan produksi kilang di seluruh Timur Tengah dan Rusia,” kata Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank, Ole Hansen.
John Kilduff, mitra di Again Capital, menyebutkan isu-isu lain yang membentuk pasar minyak. Ia mensinyalir strategi ini merupakan bagian dari langkah politis Trump menjelang pelaksanaan Pemilu paruh waktu pada 3 November 2026.
“Retorika bolak-balik antara AS dan Iran. Pemilu paruh waktu. Jurang seperti apa yang diwakili oleh pemilu tersebut bagi presiden? “Yang benar-benar membuat Iran kembali berbicara adalah tekanan pada ekonomi mereka (AS),” duga Kilduff.
Konflik Teluk dan Pasokan Minyak
Kamis, pekan kemarin, harga minyak naik setelah Reuters melaporkan bahwa kilang minyak Tiongkok telah menangguhkan ekspor produk minyak untuk Oktober guna menjaga stok domestik. Selain itu, Wall Street Journal melaporkan bahwa AS mengirimkan kapal induk ketiga dan hingga 10.000 tentara tambahan ke Timur Tengah, karena Trump mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan terhadap Iran setelah pemilu paruh waktu.
Ekonom senior bidang iklim dan komoditas di Capital Economics Hamad Hussain mengatakan bahwa rilis data stok minyak lainnya bisa cukup untuk membantu mengembalikan pasar secara keseluruhan ke surplus tipis, jika peningkatan aliran dari Timur Tengah baru-baru ini berlanjut.
Sementara Barclays mengatakan dalam sebuah catatan bahwa meskipun aliran minyak mentah dari Timur Tengah membaik, fundamental pasar fisik tetap kuat, dengan persediaan masih terus berkurang, dan kargo yang siap kirim mendapatkan premi yang tinggi dibandingkan harga berjangka.
Barclays menaikkan perkiraan Brent kuartal keempat sebesar $20 per barel menjadi $115 dan menaikkan perkiraan tahun 2026 menjadi $100 per barel.
Di tempat lain, Ukraina telah menyerang fasilitas minyak di wilayah Samara dan Volgograd Rusia selama 24 jam terakhir, menyusul pernyataan Presiden Volodymyr Zelenskiy di media sosial pada Jumat. (Rif)