Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html
Jakarta,corebusiness.co.id-Jumat ini (4/9/2029) harga minyak kembali naik, berada di jalur untuk kenaikan mingguan paling tajam sejak pertengahan Juli. Efek meningkatnya ketegangan dan permusuhan AS-Iran yang kembali memanas meningkatkan kekhawatiran atas risiko pasokan dari Timur Tengah.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 15 sen, atau 0,2%, menjadi $95,67 per barel pada pukul 01:00 GMT, sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 26 sen, atau 0,3%, menjadi $91,56.
Secara mingguan, Brent naik 7,1% dan WTI naik 9,8%, siap mencatat kenaikan tertinggi sejak pekan yang berakhir pada 20 Juli.
Serangan AS pekan ini yang menewaskan dan melukai puluhan orang, termasuk warga sipil Iran, menandai bentrokan paling sengit antara kedua negara sejak Juli. Perang yang dimulai dengan serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026, kini memasuki bulan ketujuh.
Wakil Presiden AS, JD Vance mengatakan kepada wartawan pada Kamis, seperti menukil Reuters, bahwa Washington tidak berencana untuk mengadakan pembicaraan dengan Iran kecuali Teheran berhenti menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Sementara itu, Iran memperluas daftar kapal yang dianggap tidak patuh dan dapat dikenakan denda, penyitaan, atau penahanan jika mereka mencoba melintasi selat tersebut. Kapal-kapal Irak tetap menjadi salah satu dari sedikit kapal yang diizinkan Teheran untuk melewati Hormuz.
Irak meningkatkan ekspor minyaknya menjadi sekitar 2,34 juta barel per hari pada Agustus dari sekitar 1,35 juta barel per hari pada Juli, kata dua pejabat energi Irak pada Rabu, dengan ekspor September juga diperkirakan akan meningkat karena diskon besar dan persetujuan Iran untuk kapal tanker Irak mendorong para pembeli. (Rif)