160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
750 x 100 PASANG IKLAN

Fokus Operasional Terintegrasi Hulu-Hilir Harita Nickel di Tengah Dinamika Industri Nikel Global

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel membangun PLTS Atap dengan kapasitas 40 MWp.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta.corebusiness.co.id-PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel, perusahaan pertambangan dan pengolahan bijih nikel terintegrasi dan berkelanjutan, terus menjaga fokus pada efisiensi operasional dan penerapan praktik usaha yang bertanggung jawab di tengah dinamika industri nikel global yang semakin menantang.

Memasuki 2026, Perseroan melanjutkan upaya pengelolaan operasional secara terukur di seluruh rantai nilai terintegrasi, mulai dari kegiatan penambangan hingga pengolahan.

“Saat ini industri nikel global sangat dinamis dan penuh tantangan, fokus kami adalah tetap menjaga operasional tetap berjalan secara efisien, terukur, dan bertanggung jawab. Integrasi dari penambangan hingga pengolahan membantu Perseroan mengelola produktivitas dan efektivitas operasional secara lebih baik, dengan tetap memperhatikan tata kelola serta keberlanjutan usaha jangka panjang,” kata Head of Investor Relations Harita Nickel, Lukito Gozali dalam keterangan resmi, Jumat, 29 Mei 2026.

Lukito Gozali menyebutkan, dengan pendapatan tahun 2025 sebesar Rp29,63 triliun dan Rp6,81 triliun pada Kuartal I 2026, Perseroan akan terus menjalankan operasional secara terukur di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

750 x 100 PASANG IKLAN

Dari sisi operasional, kata dia, seluruh lini produksi berjalan sesuai target yang ditetapkan, mencakup segmen penambangan bijih nikel, pengolahan pirometalurgi melalui jalur RKEF, serta pengolahan hidrometalurgi melalui jalur HPAL yang menghasilkan MHP dan nikel sulfat.

Dalam mendukung pertambangan berkelanjutan (sustainable mining), Perseroan turut melanjutkan berbagai inisiatif pemanfaatan energi terbarukan (ET) secara bertahap. Pemanfaatan ET termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 40 MWp, pembangkit listrik berbasis pemanfaatan panas buang dari fasilitas HPAL berkapasitas 50 MWp, serta pengembangan energy management system yang sejalan dengan standardisasi ISO:50001 guna memastikan efisiensi penggunaan energi yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Perseroan saat ini juga telah memasuki tahapan corrective action dalam proses evaluasi kinerja berdasarkan standardisasi The Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA), serta bersiap menjalani audit Responsible Minerals Assurance Process (RMAP) Supply Chain Due Diligence Plus (SCDDP) Module sebagai bagian dari penguatan standar ESG lebih lanjut dan praktik rantai pasok yang bertanggung jawab.

Harita Nickel, masih disampaikan Lukito Gozali, juga terus memperkuat komitmen pengurangan emisi karbon menuju target net zero emission (NZE) Indonesia pada 2060. Pada Kuartal I 2026, Perseroan mencatat penghindaran emisi sebesar 977.278 ton CO2e, meningkat 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang didukung oleh pemanfaatan kembali panas buang (waste heat recovery), penggunaan biosolar, serta penerapan teknologi gasifikasi batu bara.

750 x 100 PASANG IKLAN

“Di tengah dinamika industri yang terus berkembang dan semakin menantang, perusahaan akan tetap berfokus pada efisiensi, optimalisasi operasional, dan penguatan daya saing jangka panjang. Integrasi dari penambangan hingga pengolahan memungkinkan Perseroan menjaga produktivitas, meningkatkan efektivitas operasional, serta memperkuat ketahanan usaha dalam menghadapi perkembangan industri ke depan,” Lukito Gozali menegaskan. (Rif)

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !