Jakarta,corebusiness.co.id-Harga mineral acuan (HMA) nikel dan batu bara acuan (HBA) pada periode kedua terkerek naik dibandingkan periode pertama Mei 2026.
HMA nikel dan HBA terbaru ditetapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia lewat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor: 204.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batu Bara Acuan untuk Periode Kedua Bulan Mei Tahun 2026.
Keputusan yang diterbitkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 13 Mei 2025 menyebutkan, HMA nikel senilai US$18.849,29 per dry metric ton (dmt), atau meningkat sekitar 6 persen dibandingkan HMA periode pertama Mei 2026 sebesar US$17.802,14 per dmt.
HMA nikel adalah harga logam nikel dalam cash seller and settlement yang dipublikasikan LMЕ rata-rata dari tanggal 5 sampai tanggal 25 satu bulan sebelum periode Harga Patokan Mineral (HPM) nikel.
Sementara itu, berdasarkan pantauan corebusiness.co.id di bursa perdagangan London Metal Exchange (LME) pada Minggu, 17 Mei 2026, hingga pukul 10.00 WIB, harga nikel mentok di angka US$18.380 per ton dari harga yang ditawarkan US$18.390 per ton, atau terjadi selisih 0,05 persen.
LME umumnya memperdagangkan nikel olahan dengan tingkat kemurnian tinggi, biasanya mencapai 99,80 persen. Sementara nikel kadar tinggi yang diperdagangkan di Indonesia rata-rata antara 1,8 persen-2,0 persen.
Harga komoditas batu bara juga ikut melonjak. HBA untuk batu bara kalori tinggi dalam kesetaraan nilai kalori 6.322 kcal per kg GAR pada periode kedua Mei 2026 sebesar US$116,32 per ton, atau naik 9 persen dibandingkan periode pertama senilai US$106,47 per ton.
Untuk batu bara nilai kalori 5.300 kcal per kg GAR di angka US$80,34 per ton, atau naik tipis 1 persen dibandingkan periode pertama senilai US$79,56 per ton. Sementara batu bara dengan kesetaraan nilai kalori 4.100 kcal per kg GAR, HBA dipatok sebesar US$ 57,61 per ton, menguat sekitar 3 persen dari harga periode pertama sebesar US$55,66 per ton.
Namun untuk HBA batu bara dengan kesetaraan nilai kalori 3.400 kcal per kg GAR tidak ikut naik, lantaran harganya sama seperti periode pertama, yaitu mentok di angka US$ 38,76 per ton. (Rif)