160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Pemakaman Pejuang Pro Integrasi Domingos Soares di TMP Kalibata secara Militer

Prosesi pemakaman Domingos Maria Dores Soares di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (29/1/2026). Foto: corebusiness.co.id/Syarif
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Pemakaman tokoh pejuang pro integrasi Timor Timur ke NKRI, Domingos Maria Dores Soares, S.H., M.Sc., dilakukan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis siang (29/1/2026), pukul 13.00 WIB.

Prosesi pemakaman dimulai dengan upacara militer dengan Kolonel Infanteri Mohammad Hanafi dari Komando Garnisun Tetap (Kogartap) I Jakarta sebagai inspektur upacara.

Suasana selama proses pemakaman keagamaan secara Khatolik berlangsung khidmat dan diwarnai dengan prosesi tabur bunga oleh pihak keluarga, sanak famili, dan kerabat almarhum Domingos Soares.

Mantan Wakil Kepala Staf TNI AD, Letnan Jenderal (Purn) Kiki Syahnarki; Gubernur ke-15 Lemhanas, Prof. Budi Susilo Soepandji; mantan Duta Besar Indonesia untuk Yunani dan Portugal, Francisco Xavier Lopes da Cruz; mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN),  Komjen Pol. (Purn) Gregorius “Gories” Mere; mantan Agen Madya pada Deputi bidang Intelijen Dalam Negeri (BIN), Brigjen TNI (Purn) Edison Napitupulu; mantan Wakil Gubernur NTT, Yosef Nae Soi; anggota DPRD NTT, dan tokoh-tokoh pro integrasi lainnya, turut meletakkan karangan bunga ke pusara almarhum Domingos Soares.

750 x 100 PASANG IKLAN

Putra almarhum, Dr. Arnaldo Jr. Soares, S.H., M.H.,  dalam kata sambutannya menyampaikan, semasa hidup Ayahandanya selalu memberikan salam perjuangan setia dan kesetiaan. Bagi beliau,  perjuangan adalah ibarat dua kutub dari sebuah dunia, yaitu dunia pengabdian yang diuntai dalam satu kata: keikhlasan, dan semua bermuara pada pesan terakhir yang disampaikan beliau sebelum maut menjemput: “Nino dan Carlos lanjutkan perjuangan saya. Jika generasi saya bisa dikatakan gagal maka perjuangan ini akan berhasil di masa generasi kalian. Lanjutkan perjuangan saya.” Demikian pesan di akhir hidup beliau.

Oleh karena itu di hadapan jasad beliau, saya sebagai anak bersumpah untuk melanjutkan perjuangan beliau. Perjuangan yang layak saya lanjutkan karena tidak ada bangsa yang berjuang untuk masa depan yang lebih buruk dan karena sejatinya Integrasi bukanlah semata mengganti warna kulit penjajah dari putih menjadi berwarna melainkan integrasi adalah keinginan luhur untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas sebagaimana termaktub di dalam Pembukaan UUD’45. Konstitusi kita.

Saat ini beliau telah berpulang pada hari yang spesial, tanggal 24 Januari 2026 pukul 14.30 WIB,  yaitu 38 tahun setelah berpulangnya Arnaldo dos Reis Araujo pada tahun 1988, pioneer integrasi yang juga mertua beliau yang baru saja dianugerahi Bintang Mahaputra Utama pada Agustus 2025. Beliau meninggal di usia 74 tahun, seusia dengan Arnaldo dos Reis Araujo pada saat berpulang.

Seperti diketahui, semasa hidupnya Domingos Soares adalah politikus yang menjabat Bupati Dili periode 1994-1999. Domingos merupakan pendiri Uni Timor Aswain yang pernah menjabat sebagai ketua umum (2000-2010), dan Ketua Dewan Konsultatif (2010-2016).

750 x 100 PASANG IKLAN

Pada tahun 2001 dan 2002 ia menulis dua buku yang berhubungan dengan pandangannya menyangkut integrasi Timor Timur ke Indonesia dan proses pemisahan Timor Timur yang terjadi tahun 1999 pascajajak pendapat, “International Conspiracy” dan “Perfect Crimes”.

Ia juga menulis bukunya yang ketiga yaitu “Mengapa Saya Berjuang untuk Integrasi Timor Timur dengan NKRI,” sebagai penjelasan atas pilihannya yang saat ini tampak tidak populer dan cenderung dilupakan bahkan oleh pembuat kebijakan di Indonesia.

Domingos adalah menantu dari Arnaldo dos Reis Araujo, pendiri Asosiasi Demokratik Rakyat Timor  (APODETI) dan Gubernur pertama Timor Timur (1976-1978), serta putra dari Ketua Fretelin Manatuto (1974-1976) Joao Pereira Soares.

Istrinya Maria Aurelia Monteiro dos Reis Soares, adalah dokter pertama Timor Timur lulusan Indonesia (Universitas Airlangga tahun 1984). Ia memiliki dua orang putera bernama Arnaldo Jr. Soares, João Paulo dos Reis Soares, dan seorang putri bernama Nancy Maria dos Reis Soares.

750 x 100 PASANG IKLAN

Atas jasa-jasa pengabdiannya kepada bangsa dan negara Indonesia, Domingos diberikan penghargaan Bintang Jasa Pratama oleh Presiden RI. Beliau meninggal dunia di usia 74 tahun di Rumah Sakit Universitas Indonesia Depok, pada Sabtu (24/1/2026), karena sakit yang dideritanya. (Syarif)

Pemberitahuan: Berita ini telah mengalami revisi karena terjadi kesalahan kutip dari sambutan yang disampaikan Arnaldo JR Soareas.

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !