
Meski demikian, Wamentan Sudaryono mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian hanya mengambil alih secara administrasi tanpa mengambil porsi kerja yang sedang dilakukan. Dia pun berjanji akan ada kenaikan intensif bagi penyuluh yang memenuhi target atau memiliki prestasi dalam meningkatkan produksi.
“Pak Menteri Pertanian sudah menyampaikan bahwa tahun depan kinerja dari penyuluh pertanian itu yang totalnya 37 ribu akan di-ranking ya kinerjanya. Ranking 1, ranking 2, sampai ranking 37 ribu tadi akan dibuat peringkat berdasarkan kinerja. Ya nanti ada penghargaaanya. Yang penting penyuluh itu bisa menambah area tanam dan produktivitas,” ungkapnya.
Ia berharap, kompetisi semacam ini dapat memacu kinerja penyuluh dalam menambah daya gedor produksi nasional terutama untuk mewujudkan swasembada seperti yang diharapkan bersama.
“Kompetisi seperti ini bisa memacu Produktivitas dari Bapak-Ibu semua Penyuluh Pertanian di lapangan sehingga ke depan kita semua dapat sama-sama mewujdukan visi besar pemerintah dibawah Presiden Prabowo yaitu mencapai swasembada pangan,” tandas Wamentan Sudaryono.
Pemerintah telah menggelontorkan berbagai bantuan strategis pertanian seperti meningkatkan volume pupuk dari 4,5 juta ton menjadi 9,5 juta ton, kemudian memberi benih gratis sampai pendistribusian alsintan.
“Berikutnya pak kalau panen raya harga gabah sudah dinaikkan menjadi Rp 6.500 perkilogram. Semua untuk mengakomodir kepentingan petani dalam mencapai swasembada,” katanya.