
“Kami berharap petani dapat segera menanam benih ini sesuai jadwal tanam yang telah direncanakan. Pendampingan akan terus dilakukan hingga masa panen,” kata Heru.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan, termasuk memastikan harga gabah tetap stabil di angka Rp 6.500 per kilogram.
“Kita harus terus berupaya meningkatkan produksi demi mencapai swasembada pangan,” ujarnya.
Lusiana, salah satu petani di Desa Jelutung, mengungkapkan bahwa program ini berdampak positif bagi petani di wilayahnya. “Padi gogo kami bisa dua kali tanam dalam setahun. Artinya, ada peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dibanding tahun sebelumnya. Kami berharap program ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus membantu mewujudkan swasembada pangan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sambas, A. Mubarok, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari berbagai pihak dalam mewujudkan swasembada pangan di daerahnya. “Potensi lahan kering di Sambas akan terus kita optimalkan agar semakin berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” katanya.
Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang sebelumnya menegaskan bahwa pencapaian swasembada pangan merupakan komitmen pemerintah dalam memastikan ketahanan pangan yang kuat sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor.
“Upaya peningkatan produktivitas melalui program seperti padi lahan kering sangat penting dilakukan. Ini merupakan salah satu strategi utama dalam mendukung visi Presiden untuk mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan petani,” ujar Amran. (Adver)