
“Sesuai BPS kita surplus dibanding tahun lalu. Januari sampai Maret 3 juta ton atau 50 persen. Kalau sampai April estimasinya 4 juta ton lebih,” jelasnya.
Amran menekankan kesepakatan ini harus mendapat pengawalan ketat dari semua pihak agar petani tetap merasakan keuntungan dari semua hasil produksinya.
“Salah satunya kita harus mengawal PPL, Babinsa, dan Pinwil (pimpinan wilayah) agar bergerak bersama. Kalau kita bergerak bersama kita bisa capai swasembada,” katanya.
Direktur Utama Bulog, Mayor Jenderal TNI, Novi Helmy Prasetya mengatakan bahwa pemerintah optimis mampu melakukan serapan gabah 3 juta ton setara beras dalam 3 bulan ke depan.
“Karena itu saya minta kerjasamanya di lapangan. Tidak ada kata lain apa yang menjadi sasaran kita dalam mewujudkan swasembada harus segera dilaksanakan dan insya Allah 3 bulan ke depan target 3 juta ton optimis bisa kita capai,” katanya.
Sejauh ini, Novi menegaskan bahwa capaian serapan gabah sudah mencapai 45 ribu ton dari hasil serapan gabah panen raya. Angka tersebut terus bertambah seiring penyerapan di semua daerah.
“Sampai saat ini sudah 45 ribu ton yang sudah kita serap. Insya Allah 2 hingga 3 bulan ke depan kita capai 3 juta,” ucapnya.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono yang juga merupakan Dewan Pengawas Bulog mengatakan bahwa serapan gabah dalam negeri mutlak dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan stok nasional.
“Swasembada itu adalah prioritas dari Presiden yang harus mampu kita penuhi. Artinya stok nasional harus cukup dan petaninya juga wajib sejahtera. Oleh karena itu Presiden sudah memutuskan HPP nya Rp6.500 dan Bulog ditargetkan 3 juta. Tujuannya adalah harga pembelian gabah di tingkat petani bisa kita jaga sehingga NTP (nilai tukar petani) meningkat. Jadi negara hadir langsung bersentuhan dengan petani,” katanya.
Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar ini menegaskan bahwa pelaksanaan dan implementasi Bulog dalam melakukan penyerapan harus sesuai dengan keputusan bersama yaitu melakukan pembelian seharga HPP nasional.
“Saya kira ini komitmen yang meyakinkan dari Presiden. Program jelas visi juga jelas tinggal pelaksanaan yang harus kita jaga. Semua sudah diberikan tinggal pelaksanaan yang kita tunggu,” jelasnya. (Adver)