160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
750 x 100 PASANG IKLAN

Dirjen Tanaman Pangan Apresisiasi P4S Harmoni Karantina dan Konservasi Burung Hantu

750 x 100 PASANG IKLAN

Sukoharjo,corebusiness.co.id-Kementerian Pertanian mengapresiasi Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Harmoni sejak tahun 2013 mengkarantina dan konservasi burung hantu jens tyto alba. Terobosan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara alami dan ramah lingkungan.

“Mari Lestarikan Tyto Alba/Burung Dares. Predator Tikus Sahabat Petani”. Tulisan imbauan itu tertera di banner spanduk yang dipasang di area tempat karantina dan konservasi burung hantu Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Harmoni di Kampung Kelurahan, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Di area P4S Harmoni yang dikelola Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tri Ngudi Martani ini juga dijadikan tempat pembuatan rumah burung hantu (rubuha). Model rubuha ada yang berbentuk segitiga dan segi empat. Rubuha disanggah dengan bambu atau besi, kemudian dipasang di tengah-tengan pematang sawah.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Yudi Sastro mengapresiasi inisiasi, upaya dan kerja keras yang dilakukan P4S Harmoni.

750 x 100 PASANG IKLAN

“Luar biasa upaya yang dilakukan P4S Harmoni mengkarantina dan konservasi burung hantu jenis tyto alba untuk mengendalikan hama tikus. Orang-orang visioner yang ada di P4S Harmoni. Mereka mempunyai ide brilian pengendalian OPT yang murah serta ramah lingkungan,” kata Dirjen Tanaman Pangan, Kementan, Yudi Sastro saat mengunjungi P4S Harmoni, Sabtu (7/9/2024).

Turut hadir Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno, dan Kepala Satuan Tugas Pangan Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkab Sukoharjo Sri Wijiastuti, dan Ketua P4S Kampung Kelurahan Kandiman.

Yudi Sastro mengatakan, P4S Harmoni tidak hanya membantu petani untuk meminimalisir serangan hama tikus di sawah, namun peduli dengan hewan yang hampir punah ini.

“Karena, anak-anak burung hantu yang ada di alam liar dirawat dan dipelihara hingga besar lalu dikembalikan ke alam. Burung hantu jenis tyto alba ini dibuatkan rubuha sebagai tempat persinggahannya. Pada malam hari, tyto alba secara mandiri mencari mangsa, yakni tikus yang ada di sawah,” jelas Yudi Sastro.

750 x 100 PASANG IKLAN

Yudi Sastro menyampaikan, sesuai arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman agar petani menggunakan agency hayati dalam pengendalian OPT, sehingga lebih ramah terhadap lingkungan. Salah satunya adalah penggunaan burung hantu jenis tyto alba untuk menekan serangan hama tikus yang merusak pertumbuhan tanaman padi.

Menurutnya, keberhasilan P4S Harmoni mengkarantina dan konservasi tyto alba bisa direplikasi oleh P4S dari daerah lain.

Seperti diketahui, P4S di Kampung Kelurahan, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo menjadi tempat karantina dan konservasi burung hantu. Sehingga lembaga ini kerap dikunjungi instansi/lembaga pemerintah dan kelompok tani yang ingin menyerap ilmu mengenai perkembangbiakan burung hantu sebagai predator alami hama tikus di lahan pertanian.

Kegiatan utama P4S Harmoni adalah di pengembangan dan pelestarian bentuk tyto alba sejak tahun 2013. Melihat kondisi permasalahan persawahan khususnya hama tikus waktu itu memunculkan isiatif untuk mengembangkan tempat penangkaran sederhana burung hantu. Karena burung hantu ini adalah sahabat petani yang makanan utamanya adalah hama tikus dan dia sebagai predator sehingga kita harus kembangkan ini dan harus melestarikan.

750 x 100 PASANG IKLAN

Sedangkan fungsinya adalah untuk mengembangbiakan ketika mendapatkan anakan yang sakit untuk dipelihara kemudian sebagai tempat belajar. Jadi karantina ini selain untuk mengembangbiakan pemeliharaan juga sebagai tempat belajar bagaimana cara mengembangkannya anak burung hantu.

“Upaya karantina burung hantu dilakukan sejak 2013. Kala itu, banyak petani yang mengeluhkan serangan hama tikus di lahan pertanian yang kian merajalela. Kalangan petani merugi besar lantaran hasil panen tak maksimal akibat serangan hama tikus. Kemudian, para petani berinisiatif untuk melakukan karantina burung hantu. Awalnya tidak terlalu banyak karena tujuannya hanya mengurangi hama tikus di sawah,” tutur Ketua Kampung Kelurahan Kandiman.

Para petani juga membangun rubuha di sejumlah lokasi di areal persawahan. Biasanya, tyto alba atau hurung hantu mencari mangsa pada malam hari. Tyto alba memiliki daya jelajah sejauh lebih dari 10 kilometer.

“Setelah ada tyto alba, hasil panen jadi lebih maksimal sehingga memberi keuntungan besar bagi para petani,“ kata Kandiman. (Rif)

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
PT. ANINDYA WIRAPUTRA KONSULT

Promo Tutup Yuk, Subscribe !