
Di Lampung, BBWS melaporkan tengah memperbaiki tanggul yang rusak akibat curah hujan tinggi, sementara di Kalimantan Barat, 12 area irigasi sepanjang 550 km sedang dikerjakan. Di Sumatera Selatan, BBWS juga merehabilitasi dua daerah irigasi dan lahan rawa untuk memastikan ketersediaan air. Brigjen Putra, perwira PJ wilayah Kalimantan, melaporkan bahwa BBWS aktif menangani permasalahan irigasi sesuai arahan swasembada pangan.
Beberapa wilayah telah menetapkan target LTT mereka. Jawa Timur menargetkan tanam pada Februari 2025 seluas 156.786 ha, yang diproyeksikan meningkat menjadi 193.419 ha pada Maret 2025. Di Jawa Tengah, target LTT Februari mencapai 130.000 ha dan naik menjadi 140.000 ha pada Maret. Sementara itu, Jawa Barat telah mencatat realisasi 154.800 ha pada Januari 2025.
Katingan, Kalimantan Tengah, melaporkan akan memanen 4.800 ha sawah minggu depan, sementara Bombana, Sulawesi Tenggara, dengan LTT 3.380 ha menghadapi tantangan kekurangan alat mesin pertanian (alsintan). Untuk mengatasi ini, Amran meminta distribusi alsintan dipercepat ke seluruh daerah.
“Pemerintah harus memastikan alat mesin pertanian cukup di seluruh daerah. Jika ada Brigade Pangan yang belum menerima alat, segera laporkan,” tegasnya.
Amran juga mengingatkan bahwa Indonesia harus mempersiapkan diri dengan baik dalam upaya swasembada pangan, mengingat krisis pangan global yang terjadi pada 2024. Sebanyak 22 negara menghentikan ekspor pangan, dan Indonesia sempat menghadapi potensi kekurangan pangan pada Januari-Februari 2024.
Ia meminta seluruh daerah segera melaporkan kesiapan LTT mereka untuk Februari hingga April 2025, termasuk permasalahan dan solusi yang diharapkan. Laporan ini ditunggu dalam waktu 1-2 hari.
Dengan semangat kerja bersama dan kolaborasi lintas sektor, Amran yakin Indonesia mampu mengatasi tantangan ini.
“Kita harus memastikan agar tidak terjadi antrean beras seperti tahun lalu. Semua pihak harus siap bersama-sama menghadapi tantangan ini,” pungkasnya. (FA)