Jakarta,corebusiness.co.id-Harga Mineral Acuan (HMA) nikel dan Harga Batubara Acuan (HBA) periode I April sama-sama kontraksi dibandingkan periode II Maret 2026.
Dikutip dari Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 135.K/MB.01/MEM.B/2026, HMA nikel turun dari US$ 17.329,23 per dry metric ton (dmt) pada periode Maret 2026, menjadi US$ 17.092,67 per dmt.
Senin ini, 6 April 2026, pukul 12.05 WIB, terpantau harga nikel di bursa London Metal Exchange (LME) menyentuh angka US$ 16.880 per dmt, dari harga yang ditawarkan senilai US$ 16.900 per dmt.
Seperti diketahui, HMA nikel adalah harga logam nikel dalam cash seller and settlement yang dipublikasikan LMЕ rata-rata dari tanggal 5 sampai tanggal 25 satu bulan sebelum periode Harga Patokan Mineral (HPM) nikel.
LME umumnya memperdagangkan nikel olahan dengan tingkat kemurnian tinggi, biasanya mencapai 99,80 persen. Sementara nikel kadar tinggi yang diperdagangkan di Indonesia rata-rata antara 1,8 persen-2,0 persen.
Harga batubara kadar kalori tinggi juga turun menjadi US$ 99,87 per ton, dari yang sebelumnya 103,01 dolar AS per ton pada periode II Maret 2026. Sementara batubara di bawah kalori 6 persen, mengalami kenaikan.
Keputusan Menteri ESDM membagi HBA menjadi empat kategori berdasarkan nilai kalori batubara. Nilai HBA, HBA I, HBA II, dan HBA III untuk periode pertama November 2025 yang berlaku untuk tanggal 1 April–14 April 2026 adalah sebagai berikut: