160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
750 x 100 PASANG IKLAN

Harga Kobalt Indonesia Terkerek, Kecipratan Penangguhan Ekspor dari Kongo

Ilustrasi: Kobalt Sulfat, salah satu produk dari kobalt.
750 x 100 PASANG IKLAN

Setelah diumumkan, kebijakan tersebut menarik perhatian global yang luas dan memicu antusiasme pasar untuk semua produk terkait kobalt.

Shanghai Metals Market (SMM) Tiongkok mencatat, per 14 Maret 2025, harga berbagai produk kobalt telah meningkat secara signifikan. Di antara produk kobalt, terjadi kenaikan harga kumulatif selama sepuluh hari untuk kobalt sulfat, kobalt klorida, dan produk antara kobalt semuanya melebihi 80 persen.

Mengapa larangan ini menarik perhatian yang begitu signifikan? Menurut analisis SMM, pertama, dari perspektif cadangan sumber daya kobalt, data dari USGS menunjukkan bahwa DRC memegang posisi terdepan absolut dalam cadangan sumber daya kobalt, diikuti oleh Australia dan Indonesia. Dari perspektif keseluruhan hasil sumber daya, pada tahun 2024, DRC menyumbang 73 persen dari hasil sumber daya kobalt global, mempertahankan posisinya sebagai produsen terbesar di dunia.

“Indonesia, yang diuntungkan oleh sumber daya kobalt yang terkait dengan bijih nikel, menjadi pemasok sumber daya kobalt terbesar kedua di dunia, dengan pangsa hasil sumber daya sebesar 13 persen. Namun, masih terdapat kesenjangan yang signifikan dibandingkan dengan pangsa hasil DRC. Oleh karena itu, pemberlakuan larangan ini telah menarik perhatian global yang luas,” kata analis SMM.

750 x 100 PASANG IKLAN

Menurut estimasi SMM sebelumnya, pada tahun 2025, total pasokan global sumber daya kobalt adalah sekitar 290.000 metric ton (mt)– kandungan logam, sementara permintaan global adalah 250.000 mt (kandungan logam), yang menunjukkan bahwa surplus global masih diharapkan. Di antara ini, output DRC adalah sekitar 180.000 mt (kandungan logam).

Karena kobalt di DRC sebagian besar terkait dengan tembaga, didorong oleh harga tembaga yang tinggi dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada perubahan signifikan dalam output saat ini yang diharapkan, dengan penumpukan inventaris sebagian besar terjadi secara lokal. Oleh karena itu, tidak ada penyesuaian signifikan pada lanskap global tahunan yang diantisipasi.

Namun, lanjut analis SMM, karena gangguan yang disebabkan oleh larangan ekspor pada rantai pasokan, perubahan struktural dalam penawaran dan permintaan dapat terjadi di pasar regional yang berbeda. Berfokus pada pasar spot, larangan tersebut diharapkan menyebabkan perubahan tertentu dalam ekspektasi penawaran dan permintaan.

750 x 100 PASANG IKLAN

Pages: 1 2 3
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
PT. ANINDYA WIRAPUTRA KONSULT

Promo Tutup Yuk, Subscribe !