Jakarta,corebusiness.co.id-BYD mencatatkan penurunan penjualan bulanan ketujuh berturut-turut pada Maret 2026. Produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) Tiongkok tersebut sedang berjuang menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar otomotif terbesar di dunia.
Diberitakan Reuters, penjualan BYD turun 20,5% bulan lalu dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 300.222 kendaraan. Sementara penjualan kendaraan pada kuartal pertama turun 30% dibandingkan tahun sebelumnya.
Penjualan BYD di pasar domestik Tiongkok tertekan oleh persaingan yang semakin ketat dari para pesaing, termasuk Geely dan Leapmotor. Jajaran produk baru ini dibanderol di atas 150.000 yuan ($21.721)–ambang batas penting di pasar EV Tiongkok yang sangat kompetitif. Rerata harganya lebih murah dibandingkan produk BYD.
Margin keuntungan kendaraan BYD turun tahun lalu, karena laba tahunannya menurun untuk pertama kalinya dalam empat tahun, meleset dari perkiraan.
Berbeda kondisinya di pasar EV domestik, penjualan BYD di luar negeri masih menunjukkan titik terang. Penjualannya mencapai 320.673 kendaraan pada kuartal pertama, atau 45,8% dari total.
BYD “sangat yakin” akan mencapai target penjualan di luar negeri tahun 2026 sebesar 1,5 juta kendaraan. (Rif).