160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
750 x 100 PASANG IKLAN

Tim Ekspedisi Ungkap Penyebab Banjir Bandang di Parapat, Danau Toba

Tim ekspedisi menelusuri aliran longsor
750 x 100 PASANG IKLAN

“Sepanjang perjalanan dari hulu Sungai Batu Gaga hingga titik longsor di Simarbalatuk, tim tidak menemukan adanya aliran sungai di area longsor. Dengan lain kata, alur longsor ini tidak mengikuti aliran sungai atau anak sungai. Ia merupakan aliran baru, yang pada akhirnya menyatu di Sungai Gaga,” kata Rocky melalui keterangan pers kepada redaksi, Senin (24/3/2025).

Menurutnya, kondisi hutan di sekitar titik longsor masih terjaga cukup baik. Ekosistemnya tampak alamiah.

“Kami tak jarang menemukan pohon-pohon besar, yang menunjukkan bahwa kawasan ini belum banyak dijamah manusia. Namun, tim mencatat bahwa titik awal longsor hanya berjarak sekitar 2,33 kilometer dari konsesi perusahaan PT Toba Pulp Lestari (TPL),” ungkap Rocky.

Analisis Penyebab Banjir

750 x 100 PASANG IKLAN

Rocky menyampaikan kesimpulan dari hasil temuan tim ekspedisi di lapangan, banjir bandang yang terjadi di Parapat dipicu oleh longsor yang terjadi di Dolok Simarbalatuk. Jarak yang relatif dekat antara titik longsor dan jembatan Sungai Batu Gaga memperkuat dugaan bahwa material longsor terbawa arus sungai hingga menyebabkan banjir bandang.

“Pertanyaan yang muncul di publik adalah, apa penyebab utama longsor di Simarbalatuk?” tanya Rocky.

Menurutnya, walau hutan di areal longsoran bisa dikatakan terjaga dengan baik, namun tidak bisa dipungkiri bahwa tutupan hutan di bentang alam (landscape) Dolok Simarbalatuk-Sitahoan semakin berkurang dari waktu ke waktu.

“Hasil ekspedisi ini berkesesuaian dan saling mendukung dengan hasil riset yang dilakukan oleh KSPPM, AMAN Tano Batak, Auriga Nusantara, dan JAMSU tiga hari sebelum ekspedisi dilakukan,” ucapnya

750 x 100 PASANG IKLAN

Hasil riset keempat lembaga tersebut mengungkapkan bahwa dalam 20 tahun terakhir (tahun 2000-2023) telah terjadi penurunan signifikan luas hutan alam seluas 6.503 hektar di lima kecamatan  sekitar Parapat: Girsang Sipangan Bolon, Hatonduhan, Pematang Sidamanik, Dolok Panribuan, dan Jorlang Hataran. Pada periode yang sama terjadi peningkatan kebun kayu eukaliptus seluas 6.503 hektar. Analisis ini membuktikan bahwa perubahan tutupan hutan di wilayah lima kecamatan ini terjadi dan sebagian besarnya berubah menjadi kebun eukaliptus PT Toba Pulp Lestari.

“Dengan demikian, longsor di Dolok Simarbalatuk disebabkan semakin berkurangnya daya dukung lingkungan di kawasan tersebut,” tukasnya.

Pages: 1 2 3 4
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
PT. ANINDYA WIRAPUTRA KONSULT

Promo Tutup Yuk, Subscribe !