160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

YLKI Catat Sepuluh Besar Pengaduan, Jasa Keuangan Dominasi Membelit Konsumen

Ketua Pengurus Harian YLKI, Niti Emiliana. Foto: corebusiness.co.id/Syarif.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menerima laporan pengaduan dari konsumen sepanjang tahun 2025 sebanyak 1.977 pengaduan. Setelah dilakukan verifikasi, ada 846 pengaduan yang ditindaklanjuti YKLI. Jasa keuangan masih membelit konsumen dan menduduki peringat teratas masalah yang dihadapi konsumen.

Tahun 2025 mungkin telah berakhir. Tetapi bagi konsumen, berbagai persoalan yang terjadi sepanjang tahun itu masih meninggalkan luka dan ketidakpastian. Mulai dari pemblokiran rekening dormant, kualitas dan kuantitas BBM yang dipertanyakan, kualitas dan harga beras, maupun minyak dengan harga yang terus meninggi, keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga gagal berangkatnya Haji Furoda.

“Dalam konteks inilah YLKI merangkum suara konsumen dalam berbagai aspek dalam Bedah Pengaduan Konsumen 2025, sebagai peringatan bahwa tanpa pembenahan mendasar, sengketa konsumen akan terus berulang dan selalu menyisakan konsumen sebagai korban,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI Niti Emiliana dalam Konferensi Pers Bedah Pengaduan Konsumen 2025: 365 Hari Pengaduan Konsumen, Menulis Ulang Regulasi dan Kebijakan Korporasi yang Inklusif dan Berkeadilan, di Kantor YKLI, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Sepanjang tahun 2025, YLKI menerima 1.977 pengaduan konsumen dari berbagai sektor yang terdiri dari 1.011 laporan individu dan 966 laporan kelompok. Aduan kelompok meliputi 919 kelompok konsumen perumahan serta 47 kelompok konsumen kebugaran. Bagi YLKI, angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cermin dari masih rapuhnya sistem perlindungan konsumen di Indonesia.

750 x 100 PASANG IKLAN

Emiliana mengutarakan, pengaduan yang masuk menunjukkan pola berulang: hak konsumen diabaikan, pengaduan tidak ditanggapi, dan penyelesaian sengketa berjalan lambat, serta tidak berkeadilan.

“Tren pengaduan menunjukkan kenaikan signifikan selama lima tahun terakhir. Jika dibandingkan dengan data sejak 2021, jumlah pengaduan konsumen terus meningkat setiap tahunnya, yang mencapai puncaknya pada 2025,” ucap Emiliana.

YLKI memandang bahwa kenaikan pengaduan pada 2025 berkaitan erat dengan meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat, yang tidak sebanding dengan kondisi ekonomi dan kemampuan finansial rumah tangga.

Sepanjang 2025, kata dia, masyarakat dihadapkan pada berbagai tekanan ekonomi, mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK), ketidakpastian pendapatan, hingga kenaikan biaya hidup. Dalam kondisi tersebut, banyak konsumen terdorong untuk menggunakan jasa keuangan, baik perbankan, pembiayaan, maupun pinjaman daring, sebagai strategi bertahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

750 x 100 PASANG IKLAN

Namun dalam praktiknya, situasi ini kemudian berkembang menjadi sengketa antara konsumen dan pelaku usaha, yang pada akhirnya tercatat sebagai pengaduan ke YLKI.

Pages: 1 2
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !