Jakarta,corebusiness.co.id-Wartawan Mancing Indonesia (WMI) bersama korporasi akan menggelar pelatihan budidaya ikan air tawar, pembelajaran digitalisasi bisnis dengan media sosial, santunan kepada para santriwati/santriawan, buka puasa bersama, dan fun fishing. Kolaborasi edukasi sekaligus menciptakan santripreneur.
Kegiatan tahunan ini secara rutin diselenggarakan WMI di saat Ramadan. Ramdan 1447 Hijriyah atau 2026 M ini, panitia penyelenggara mengusung tema kegiatan: “Bersama WMI dan Korporasi Menciptakan Santripreneur”. Acara akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Hawthah Al Jindaniyah, Desa Tajur Halang, Kabupaten Bogor dan Pemancingan Ayam Jago, Bilabong, Bogor, pada Sabtu, 7 Maret 2026.
“Kegiatan ini merupakan acara rutin tahunan yang diikuti oleh puluhan wartawan dan jurnalis dari seluruh media yang memiliki hobi mancing,” kata Ketua Umum WMI Firman Wibowo di Bogor, Sabtu (28/2/2026).
Namun, kata Firman, para wartawan dan jurnalis ini juga memiliki rasa kepedulian terhadap sesama, yang direalisasikan dalam bentuk-bentuk kegiatan seperti pemberian santunan kepada yatim piatu, pelatihan budidaya ikan tawar, dan aksi sosial serta edukasi bermanfaat lainnya bagi mereka yang membutuhkan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Rama Julian Saputra memaparkan, kegiatan ini juga berkat kerja sama antara WMI dengan sejumlah Korporasi yang telah terjalin dengan baik dan intens.
Dukungan dari korporasi seperti PGN, MIND.ID, PHE, PetroChina, Patra Drilling Contractor, dan korporasi lainnya, terus berkontribusi dalam acara yang juga kegiatan amal ini setiap tahunnya.
“Kita terus menjalin hubungan baik dengan para korporasi dan mengajak mereka untuk ikut berbagi kebahagiaan dengan sesama,” ujar Rama.
Menurutnya, panitia masih membuka pintu bagi korporasi lain yang ingin ikut menyukseskan terselenggaranya acara ini.
Seperti diketahui, WMI merupakan wadah bagi para wartawan dan jurnalis untuk menyalurkan hobi yang sama, yaitu mancing, bersilaturahmi, hingga berbagi ilmu dan pengalaman dalam membudidayakan ikan air tawar.
WMI juga membuat program budidaya air tawar yang melibatkan masyarakat terutama anak yatim piatu untuk mengembangkan tambak ikan sebagai penopang perekonomian masyarakat dan membantu biaya pendidikan mereka. (Rif)