
Jakarta,corebusiness.co.id-Kementerian Kehutanan bersama mitra kerjanya di sektor swasta, melakukan survei macan tutul Jawa yang memanfaatkan teknologi kamera pengintai, di 21 lahan yang ada di Pulau Jawa untuk mengetahui status populasi dan sebaran macan tutul di habitat liar.
Kolaborasi antara pemerintah, bersama yayasan sintas dan peneliti yang didukung oleh pendanaan mitra swasta, mengadakan survei populasi macan tutul Jawa yang menggunakan 600 kamera pengintai.Sebanyak 21 titik lahan yang akan dijadikan lokasi survei tersebar diseluruh Pulau Jawa. Adapun 10 titik sudah dipasang kamera pengintai dan 7 diantaranya telah dilakukan analisis genetik untuk mengetahui struktur populasi macan tutul.
Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam Ekosistem, Satyawan Pudyatmoko mengungkapkan, hal ini sebagai upaya mewujudkan komitmen dan konservasi satwa, dengan mengumpulkan data ancaman maupun populasi serta didukung oleh kebijakan dari pemerintah.
“Kita ingin tahu misalnya sekarang macan tutul itu ada dimana saja kepadatan, dan estimasi kepadatannya berapa, lalu juga beberapa sudah melakukan analisis genetic untuk macantutul sehingga kita perlu saja tahu data dasar untuk strategi konservasi,” kata Satyawan, Selasa (18/2/2025).
“Jadi selagi konservasi itu kan dasarnya kalau kita punya populasi, kita punya data hitam, lalu kita punya data ancaman, lalu kita bisa memproyeksikan kira-kira kedepan kalau bisnis asusual seperti apa, kalau cenderfansi dengan strategi seperti apa,” tambahnya
Satyawan juga mengungkapkan kendala yang dialami saat ini seperti sulitnya mengidentifikasi tiap individu, dikarnakan corak totol yang dominan hitam, mirip dengan spesies kucing besar lainnya.
Selain itu juga, sebaran populasi yang terbatas dan tidak tersambung satu sama lain, menyebabkan adanya penurunan jumlah populasi di tiap kelompok.(RK).