Jakarta,corebusiness.co.id-Otoritas di seluruh Singapura, Hong Kong, Thailand, dan Malaysia telah mengambil langkah-langkah mendesak untuk menghentikan penyebaran virus Nipah yang sangat mematikan dan rawan epidemi di luar India. Mereka menerapkan pemeriksaan suhu di bandara dan langkah-langkah penyaringan lainnya.
Nipah diklasifikasikan sebagai patogen prioritas oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), karena kemampuannya untuk memicu wabah yang bergerak cepat. Orang yang positif terjangkit virus ini tingkat kematiannya sebesar 40 persen hingga 70 persen. Dan belum ada vaksin atau obat yang disetujui menangkal virus Nipah. Beberapa vaksin sedang dalam pengembangan, tetapi masih dalam tahap pengujian.
Dua kasus infeksi akibat virus Nipah terjadi di India pada akhir Desember 2025. Virus ini, yang dibawa oleh kelelawar pemakan buah dan hewan seperti babi, dapat memicu demam yang menyebabkan pembengkakan otak yang mematikan pada manusia dan dapat menyebar langsung dari orang ke orang melalui kontak dekat.
Seorang petugas kesehatan distrik di India kepada Reuters menginformasikan, dua orang yang terinfeksi di negara bagian Bengal Barat, India timur, pada akhir Desember 2025 adalah pekerja kesehatan. Saat ini keduanya sedang dirawat di rumah sakit setempat.
“Pihak berwenang telah mengidentifikasi dan melacak 196 kontak yang terkait dengan dua kasus tersebut, tanpa ada yang menunjukkan gejala dan semuanya dinyatakan negatif virus,” kata Kementerian Kesehatan India dalam sebuah pernyataan, pada Selasa malam (27/1/2026).
“Angka spekulatif dan tidak akurat mengenai kasus penyakit virus Nipah yang sedang beredar. Namun, pengawasan semakin ditingkatkan, dan pengujian laboratorium serta investigasi lapangan telah dilakukan, untuk memastikan penanganan kasus tepat waktu,” demikian pernyataan Kemenkes India.
Laporan infeksi tersebut membuat pihak berwenang di negara-negara tetangga seperti Nepal dan Hongkong, serta Asia Tenggara, meningkatkan kewaspadaan dalam upaya mencegah penyebaran virus Nipah.
Perketat Pemeriksaan Penumpang di Bandara
Badan Penyakit Menular Singapura (Communicable Diseases Agency/CDA), mengatakan pada Rabu (28/1/206) bahwa mereka akan memasang alat pemeriksaan suhu di bandara untuk penerbangan yang tiba dari daerah yang terkena dampak infeksi di India.
Kementerian Tenaga Kerja Singapura juga meningkatkan pengawasan terhadap pekerja migran yang baru tiba dari Asia Selatan, dan melibatkan penyedia layanan kesehatan primer untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami juga menjangkau rekan-rekan kami di Asia Selatan, untuk lebih memahami situasi tersebut. Upaya sedang dilakukan untuk membangun platform global bagi negara-negara untuk melaporkan pengurutan genom kasus yang terdeteksi,” kata CDA dalam sebuah pernyataan.
Seorang juru bicara otoritas Bandara Hong Kong mengatakan bahwa mereka memfasilitasi peningkatan langkah langkah pemeriksaan kesehatan yang diberlakukan oleh departemen kesehatan di Bandara Internasional Hong Kong, termasuk pemeriksaan suhu di gerbang untuk penumpang yang tiba dari India.
Sementara di Tailan pada awal pekan ini memperketat langkah-langkah pemeriksaan di bandara.
Kementerian Kesehatan Tailan menyatakan, pihaknya telah menetapkan tempat parkir khusus untuk pesawat yang tiba dari daerah dengan infeksi Nipah. Sementara penumpang diharuskan mengisi deklarasi kesehatan sebelum melewati imigrasi.
Langkah antisipasi juga dilakukan Malaysia. Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan pihaknya meningkatkan kesiapan melalui pemeriksaan kesehatan di pelabuhan masuk internasional, khususnya untuk kedatangan dari negara-negara yang dianggap berisiko.
“Kementerian tetap waspada terhadap risiko penularan lintas batas menyusul infeksi sporadis di beberapa negara lain,” katanya dalam sebuah pernyataan, pada Rabu. (Gaska)