Jakarta,corebusiness.co.id-Baru-baru ini, Hynion AS, operator stasiun pengisian bahan bakar hidrogen yang terdaftar di Bursa Efek Oslo di Norwegia, mengumumkan secara resmi mengajukan kebangkrutan setelah gagal mencapai kesepakatan restrukturisasi akhir dengan perusahaan pembiayaan Bizcap AB dan pialang maritim internasional Gerhard Dahl.
Perusahaan menyatakan, perdagangan Hynion di Bursa Efek Oslo secara bersamaan ditangguhkan, dan strategi ekspansi infrastruktur pengisian hidrogen di Semenanjung Skandinavia sepenuhnya dihentikan.
Menukil laman hynion.com, sebelumnya, dalam siaran pers 28 April 2025, Hynion AS sedang berupaya untuk menyelesaikan solusi pembiayaan jangka panjang yang besar. Meskipun struktur perjanjian telah ada sejak beberapa waktu lalu, kemajuannya tertunda oleh faktor-faktor di luar kendali perusahaan, termasuk kebangkrutan anak perusahaan di Swedia. Hynion tetap berharap bahwa perjanjian tersebut dapat segera diselesaikan.
Pada saat yang sama, perusahaan sedang berdiskusi dengan beberapa pemain di sektor hidrogen. Termasuk dengan pemasok kendaraan dan pemangku kepentingan infrastruktur yang tertarik untuk memperluas jaringan pengisian bahan bakar hidrogen di Skandinavia.
Sebagai bagian dari upaya untuk mengamankan sumber hidrogen yang stabil dan berharga kompetitif, Hynion sedang berdiskusi dengan Coolergy S.L, sebuah perusahaan Spanyol yang mengembangkan teknologi untuk penggunaan dan distribusi hidrogen cair. Kedua perusahaan sebelumnya telah menandatangani Surat Pernyataan Niat dan terus menjajaki kemungkinan kerja sama.
Dalam berita lain, Carl Christopher Tornblom telah memilih untuk mengundurkan diri sebagai ketua dewan direksi. Ia memilih untuk fokus pada usaha pribadinya.
Karena penundaan yang terjadi setelah kebangkrutan anak perusahaan di Swedia, termasuk akses terbatas ke data yang relevan dan pekerjaan administratif tambahan, laporan tahunan 2024 pun diterbitkan terlambat, maksimal 28 Agustus 2025.
“Kami tahu banyak yang menunggu kabar baik, dan kami menghargai kesabaran dan dukungan dari mereka yang terus percaya kepada kami. Kami melakukan segala yang kami bisa untuk terus maju. Beberapa hal masih tertunda atau menunggu konfirmasi akhir, tetapi kami akan berbagi lebih lanjut sesegera mungkin,” kata CEO Hynion AS, Slavica Djuric, ketika itu.
Hynion adalah perusahaan yang bergerak dalam pengembangan dan penjualan bahan bakar hidrogen hijau untuk sektor transportasi berbasis di Skandinavia. Perusahaan ini dibangun berdasarkan warisan Norsk Hydro, Statoil (sekarang Equinor) dan HYOP, dan memiliki keahlian selama dua dekade dalam desain teknologi, pengembangan, konstruksi, dan pengoperasian stasiun hidrogen.
Hynion telah menjual bahan bakar hidrogen sejak tahun 2007, dan termasuk di antara perusahaan bahan bakar hidrogen terbesar dan paling berpengalaman di Skandinavia.
Perusahaan telah menjalin kolaborasi dengan produsen mobil seperti Toyota dan Hyundai, serta operator transportasi seperti Renova dan X-trafik dari Swedia. Mereka mengoperasikan lima stasiun pengisian hidrogen di Norwegia dan Swedia, menjadikannya perusahaan mapan di sektor transportasi hidrogen Nordik.
Perusahaan telah lama terperangkap dalam kesulitan keuangan yang parah. Hynion Sverige, anak perusahaannya di Swedia, mulai merasakan kebangkrutan pada Mei 2025. Pada Oktober 2025, penjualan peralatan stasiun pengisian hidrogen di Swedia hanya menghasilkan pemulihan 3,5 juta krona Swedia (kurang dari 5 persen dari biaya pembelian). Baik pendanaan maupun rencana ekuitas gagal, yang akhirnya menyebabkan runtuhnya negosiasi restrukturisasi.