160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Dampak Pakta Perdagangan India-AS terhadap Jutaan Petani India

Ilustrasi: Petani kapas India. Foto: iStock.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Amerika Serikat (AS) dan India telah merilis kerangka kerja sementara untuk kesepakatan perdagangan. Membuka jalan AS menurunkan tarif resiprokal, menata ulang hubungan energi, dan memperdalam kerja sama ekonomi, karena keduanya berupaya menyelaraskan kembali rantai pasokan global.

Namun dalam pernyataan bersama ini, India menolak upaya AS untuk membuka pasar pertaniannya secara luas. India menyatakan persetujuan upaya menurunkan hambatan perdagangan hanya pada beberapa komoditi pertanian.

Menukil Reuters, India diperkirakan akan mengizinkan impor ampas biji-bijian kering hasil penyulingan yang kaya protein dengan zat terlarut (Distillers Dried Grains with Solubles/ DDGS), produk sampingan etanol yang terbuat dari jagung dan biji-bijian lainnya dari AS. Impor komoditi AS ini akan menambah surplus di pasar domestik India.

Pasokan DDGS yang lebih tinggi dapat menguntungkan sektor unggas India yang bernilai hampir $30 miliar, di mana biaya pakan mencapai sekitar 60 persen hingga 70 persen dari total biaya produksi, dengan membantu mengurangi pembelian pakan yang mahal.

750 x 100 PASANG IKLAN

Namun, pengolah biji minyak domestik dan petani kedelai mungkin akan dirugikan jika impor AS meningkat. Ketika impor DDGS membanjiri pasar India, akan melemahkan permintaan bungkil minyak seperti bungkil kedelai, menekan harga biji minyak India, dan mendorong petani untuk beralih dari kedelai dan kacang tanah ke jagung dan beras.

Seiring dengan peningkatan pasokan DDGS lebih lanjut, produsen etanol India mungkin akan menghadapi penurunan pendapatan dari penjualan DDGS di pasar domestik.

Prospek impor minyak kedelai bebas bea dari AS telah menimbulkan beberapa kekhawatiran di India. Namun, dalam kerangka kerja saat ini, impor minyak kedelai bebas bea hanya akan diizinkan berdasarkan kuota tarif, yang berarti volume di atas kuota akan menghadapi tarif standar. Langkah ini bertujuan untuk melindungi produsen domestik India.

Komoditas AS lain yang bebas bea ke India adalah kapas. India saat ini mengenakan bea masuk 11 persen untuk impor kapas, namun mengizinkan impor bebas bea khusus kapas serat ekstra dari eksportir terbesar di dunia dengan tujuan menekan harga domestik. Namun, dampaknya diperkirakan terbatas, karena Pemerintah India hanya mengizinkan impor kapas serat ekstra panjang, dan itu pun di bawah kuota.

750 x 100 PASANG IKLAN

Meskipun India adalah produsen kapas terbesar kedua di dunia, negara ini kesulitan memenuhi permintaan industri tekstil akan kapas serat ekstra panjang. Untuk itu India mengimpor kapas serat ekstra dari AS, Mesir, Brasil, dan Australia.

Komoditi AS yang bebas bea masuk ke India adalah apel. Meskipun India tercatat sebagai produsen apel terbesar kelima di dunia, tetapi pasokan domestik tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan yang meningkat, yang didorong oleh pertumbuhan penduduk dan peningkatan kemakmuran.

Sebaliknya, para petani teh, kopi, rempah-rempah, dan buah-buahan lain di India diperkirakan akan mendapatkan keuntungan dari kesepakatan perdagangan ini, karena AS telah memberikan akses bebas bea untuk produk-produk tersebut. (Gaska)

 

750 x 100 PASANG IKLAN

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !