Jakarta,corebusiness.co.id–Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan bahwa kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju angka 6 hingga 8 persen bukan hanya terletak pada APBN, melainkan juga bertumpu pada sinergi investasi dari sektor swasta.
Suahasil menyatakan, sektor swasta dan masyarakat memegang pilar utama dengan kontribusi sebesar 85 persen terhadap ekonomi nasional melalui investasi perusahaan dan konsumsi rumah tangga.
“PDB Indonesia sekitar Rp24.000 triliun dengan besaran APBN mencapai Rp 3.800 triliun atau hanya sekitar 14 persen dari total keseluruhan PDB. Di sisi lain, 85 persen disokong melalui kegiatan ekonomi sektor swasta, konsumsi masyarakat, investasi, dan ekspor impor,” tutur Suahasil dalam pertemuan Infobank CFO Club di Jakarta, pada Kamis (22/1/2026).
Untuk itu, Suahasil mengajak para petinggi keuangan perusahaan untuk bersinergi dengan pemerintah dalam membangun ekonomi Indonesia.
“Kami mendorong pertumbuhan, menjaga pemerataan, dan memperbaiki alokasi. Ibu bapak menciptakan kegiatan ekonomi, menyalurkan investasi, menciptakan kegiatan ekonomi, serap tenaga kerja, dan tingkatkan pendapatan dari para pekerja kita,” ucapnya.
Guna memastikan swasta tetap ekspansif, Wamenkeu juga memaparkan langkah konkret pemerintah dalam mendukung likuiditas perbankan melalui penempatan dana sebesar Rp205 triliun di perbankan untuk membantu menurunkan cost of fund.
Langkah ini merupakan realisasi dari fungsi stabilisasi APBN agar inflasi tetap terjaga di level yang mendukung perencanaan bisnis. Diharapkan, dunia usaha akan lebih bergairah untuk melakukan ekspansi. (Rif)