Jakarta,corebusiness.co.id-Kursi Menteri ESDM telah ditempati Bahlil Lahadalia selama 14 bulan, pada 31 Desember 2025. Hasilnya?
Di hari pertama masuk kantor, pada 21 Oktober 2024, Bahlil Lahadalia langsung mengajak rapat para pejabat di Kementerian ESDM. Salah satunya membahas upaya meningkatkan volume produksi minyak dan gas (migas) siap jual atau lifting.
Bahlil menekankan untuk gaspol pengeboran migas secara masif, melakukan stimulasi sumur, sampai pengerahan teknologi canggih biar lifting makin ngebut. Tercapai?
“Alhamdulillah, target kita hari ini, itu mencapai 605,3 ribu barel,” ujar Bahlil pada Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Bahlil menguraikan, angka lifting minyak sebesar 605,3 ribu barel per hari (Thousand Barrels of Oil Per Day/MBOPD), atau 100,05 persen dari target yang ditetapkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Sementara rata-rata lifting gas bumi tahun 2025 mencapai 951,8 ribu barel per hari (Thousand Barrels of Oil Equivalent Per Day/MBOEPD), masih di bawah target APBN sebesar 1.005 ribu barel.
Meski demikian, kata dia, pada tahun 2025, seluruh kebutuhan gas dipasok dari produksi gas dalam negeri, tidak ada yang berasal dari impor. Adapun dari total 5.600 Billion British Thermal Unit Per Day (BBTUD) gas bumi, sebagian besar dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik sebanyak 3.908 BBTUD atau 69 persen. Jumlah tersebut digunakan untuk kebutuhan hilirisasi dan domestik lain, seperti Bahan Bakar Gas (BBG), jaringan gas bumi (jargas), peningkatan produksi migas, ketenagalistrikan, Liquefied Natural Gas (LNG), dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Sisanya sebesar 1.691 BBTUD atau 31 persen diekspor.
Ia mengungkapkan, terakhir kali target lifting minyak pada APBN tercapai pada tahun 2016, mencapai 829 ribu barel per hari. Setelahnya lifting minyak mengalami penurunan sampai 580 ribu barel pada 2024 lalu.
“Pertama itu kenaikan lifting kita itu di 2008, itu karena ada (Lapangan) Banyu Urip. Kemudian 2015-2016, setelah itu tidak pernah lagi lifting kita mencapai target APBN. Alhamdulillah, kali ini kita tercapai,” ucapnya.
Ke depan, lifting minyak dan gas bumi (migas) akan dibidik meningkat secara gradual pada tahun-tahun mendatang hingga 1 juta barel per hari di tahun 2030. Untuk mengakselerasi pencapaian target ini, Kementerian ESDM akan mempercepat perizinan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang kini masih dalam proses.