
Jakarta,corebusiness.co.id–
“Bank Indonesia sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia mendukung penuh program-program Asta Cita, Kami yakin bahwa program-program Asta Cita ini akan secara bertahap meningkatkan pertumbuhan kita sampai kepada 8 persen,” kata Perry Warjiyo, usai menghadiri rapat tertutup di Kantor Kementerian Keuangan,Jakarta pada Rabu (19/2/2025) malam.
Perry Warjiyo juga mengungkapkan bahwa dukungan yang diberikan oleh Bank Indonesia salah satunya adalah kebijakan intensif likuiditas makro prudensial, yaitu dengan menurunkan kewajiban Giro Wajib Minimum (GWM) atau Great Wall Motor Company Limited dari Bank-Bank.
“Dukungan-dukungan yang diberikan oleh Bank Indonesia salah satunya adalah melalui yang kami sebut adalah kebijakan intensif likuiditas makro prudensial yaitu dengan menurunkan kewajiban gwm dari Bank-bank,” ungkapnya.
“Pada hari ini, rapat dewan Gubernur sudah memutuskan untuk menambah kebijakan insentif likuiditas itu dari semula 4 persen menjadi 5 persen dana pihak ketiga, diantaranya itu untuk insentif likuiditas ke program perumahan, dari sekarang Rp 23,19 triliun akan dinaikkan secara bertahap menjadi Rp 80 triliun,”tambahnya.
Perry Warjiyo juga menyatakanBank Indonesia akan mengkaji kembali dukungan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, termasuk kebijakan insentif likuiditas untuk sektor-sektor yang lain termasuk hilirisasi pertanian.
Selain itu, Bank Indonesia juga akan terus berkoordinasi dengan Kementerian terkait untuk mensukseskan Program Asta Cita menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen. (RK).