160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Aliran Modal Asing Selamatkan NPI Triwulan IV Tahun 2025

750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Bank Indonesia (BI) menilai kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2025 masih membaik, meskipun neraca perdagangan barang, neraca jasa, dan pendapatan primer mengalami defisit tinggi. Tertolong aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi.

“Transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah ditopang oleh berlanjutnya surplus neraca perdagangan barang di tengah neraca jasa dan pendapatan primer yang mengalami defisit,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan tertulis, Jumat (20/2/2026).

Denny menyebutkan, transaksi modal dan finansial tercatat surplus, ditopang oleh aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya. Dengan perkembangan tersebut, NPI pada triwulan IV 2025 mencatat surplus sebesar 6,1 miliar dolar AS.

Sementara transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah. Pada triwulan IV 2025, transaksi berjalan mencatat defisit sebesar 2,5 miliar dolar AS (0,7 persen dari PDB), setelah pada triwulan III 2025 mencatat surplus sebesar 4,0 miliar dolar AS (1,1 persen dari PDB).

750 x 100 PASANG IKLAN

“Neraca perdagangan nonmigas tetap membukukan surplus, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya, sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan berlanjutnya kontraksi harga komoditas,” ujar Denny.

Namun, kata dia, untuk neraca perdagangan migas mengalami defisit yang lebih tinggi, sejalan dengan peningkatan kegiatan ekonomi domestik. Kondisi yang sama terjadi pada neraca jasa, mengalami defisit tinggi. Defisit disebabkan oleh penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada triwulan IV 2025 dibandingkan dengan kondisi pada triwulan III 2025.

Peningkatan defisit, lanjutnya, juga terjadi pada neraca pendapatan primer, dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran dividen di akhir tahun. Sementara itu, neraca pendapatan sekunder meningkat dipengaruhi oleh kenaikan remitansi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Kendati demikian, BI menilai secara keseluruhan tahun 2025, perkembangan NPI menunjukkan ketahanan sektor eksternal yang tetap terjaga, di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

750 x 100 PASANG IKLAN

Denny menguraikan, transaksi berjalan tahun 2025 mencatat defisit yang terkendali sebesar 1,5 miliar dolar AS (0,1 persen dari PDB), lebih rendah dibandingkan dengan defisit tahun 2024 sebesar 8,6 miliar dolar AS (0,6 persen dari PDB). Perkembangan ini dipengaruhi oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang seiring dengan kinerja ekspor yang meningkat, khususnya ekspor produk manufaktur.

Selain itu, surplus neraca pendapatan sekunder juga lebih tinggi dipengaruhi oleh meningkatnya penerimaan remitansi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Sementara itu, defisit neraca jasa meningkat didorong oleh kenaikan defisit jasa telekomunikasi sejalan dengan peningkatan kinerja sektor informasi dan komunikasi. Defisit neraca pendapatan primer juga meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran dividen. Transaksi modal dan finansial tahun 2025 mencatat defisit sebesar 4,2 miliar dolar AS didorong oleh keluarnya aliran modal asing pada investasi portofolio dan investasi lainnya seiring dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi sepanjang tahun 2025.

Dari semua itu, posisi cadangan devisa meningkat dari 155,7 miliar dolar AS pada akhir Desember 2024 menjadi 156,5 miliar dolar AS pada akhir Desember 2025. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

750 x 100 PASANG IKLAN

“Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat respons bauran kebijakan, didukung sinergi kebijakan yang erat dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat ketahanan eksternal.

BI memperkirakan kinerja NPI 2026 tetap baik dengan defisit transaksi berjalan yang tetap rendah dalam kisaran defisit 0,9 persen sampai dengan 0,1 persen dari PDB. (Rif)

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !