Jakarta,corebusiness.co.id-Melanjutkan kesuksesan tahun 2025, PT Elnusa Tbk kembali menerapkan replikasi inovasi teknologi velocity string untuk meningkatkan produksi migas.
Di awal 2026, replikasi teknologi ini diterapkan pada kegiatan dual completion Sumur BNG-68 di Pertamina EP (PEP) Adera Field, yang merupakan bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Regional Sumatera.
Tercatat, penerapan teknologi velocity string pada Sumur BNG-68 sukses menghasilkan produksi minyak sebesar 281 BOPD dengan produksi gas sebesar 0.32MMSCFD untuk lapisan L1 dan produksi minyak sebesar 123 BOPD dan produksi gas sebesar 3.31MMSCFD untuk lapisan N2.
Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, mengatakan kesuksesan replikasi teknologi tersebut menjadi bukti keunggulan inovasi Elnusa. Implementasi dual completion lewat pemasangan velocity string memungkinkan dua reservoir dengan tekanan berbeda bisa diproduksikan secara bersamaan tanpa saling mengganggu. Padahal, biasanya, kegiatan tersebut dapat menimbulkan cross flow yang dapat mematikan reservoir dengan tekanan yang lebih rendah sehingga tidak lagi berproduksi.
“Keberhasilan replikasi teknologi velocity string pada Sumur BNG-68 ini menunjukkan kemampuan tim Elnusa dalam beradaptasi dengan berbagai tantangan pada sumur-sumur yang berbeda dengan hasil output yang tetap positif. Rangkaian hasil positif dari inovasi teknologi velocity string tentunya menjadi hasil kerja nyata Perwira Elnusa,” kata Andri.
Dari capaian keberhasilan tersebut, sambung Andri, Elnusa siap mereplikasi inovasi teknologi ini pada wilayah lainnya demi mendukung peningkatan produksi migas nasional yang selaras dengan program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi dan swasembada energi.
Sebelumnya pada tahun 2025, penggunaan velocity string Elnusa juga telah sukses meningkatkan produksi secara signifikan Sumur PPS-X19 dan Sumur PPS-12 yang berada di PHR Zona 1 Field Jambi. Rinciannya, produksi minyak Sumur PPS-X19 berhasil ditingkatkan dari 442 BOPD menjadi 1.418 BOPD. Sementara produksi minyak Sumur PPS-12 mampu didongkrak dari hanya 73 BOPD menjadi 507 BOPD.
Selain melampaui target dari produksi yang dihasilkan, replikasi teknologi ini juga terbilang sukses dari sisi efisiensi dan waktu.
Andri menerangkan, dari sisi efisiensi yang tadinya direncanakan dilakukan dengan 12 step pengerjaan bisa dirampingkan menjadi 10 step pengerjaan. Lalu dari kecepatan waktunya juga mampu dipersingkat sekitar 1 sampai 2 hari.
Capaian tersebut terbilang positif, sebab dalam implementasi velocity string di Sumur BNG-68 cukup menantang karena kandungan gasnya yang lebih banyak, sehingga harus lebih berhati-hati. Selain itu kondisi cuaca selama pengerjaan di lapangan juga menjadi tantangan karena banyak diguyur hujan.
Setelah kesuksesan di Sumur BNG-68, tim Elnusa rencananya akan kembali mereplikasi velocity string pada sumur lainnya di wilayah PHR Zona 4, yaitu satu sumur di Cluster Gunung Kemala. Di samping itu, Pertamina EP Zona 7 Regional Jawa juga tertarik untuk menggunakan inovasi ini pada sumur-sumur migas di wilayah kerjanya.
Keberhasilan replikasi teknologi ini menegaskan komitmen Elnusa dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas, mengakselerasi proses implementasi, dan mengoptimalkan biaya operasi tanpa mengorbankan keandalan maupun keselamatan.
Sejalan dengan semangat Rediscover Technology and Innovation Edge serta strategi cost leadership, Elnusa menjadikan efisiensi sebagai kompetensi inti untuk memberikan nilai tambah kompetitif bagi klien sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. (Rif)