Tangerang Selatan,corebusiness.co.id-Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Jalan Ariaputra Raya, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan, memberlakukan pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite maksimal Rp 300.000 per unit mobil.
Seorang operator di SPBU Pertamina dengan kode 34.154.06 yang tertera pada totem tidak secara spesifik menjelaskan pembatasan pembelian BBM bersubsidi tersebut. Sementara di momen Lebaran rerata konsumen membutuhkan BBM untuk silaturahmi ke sanak famili atau liburan ke tempat wisata.
“Maaf ya, maksimal pengisian Pertalite maksimal tiga ratus ribu. Ini ketentuan dari SPBU di sini,” kata seorang operator tersebut, Minggu (22/3/2026).
Ia memberitahukan kebijakan masing-masing SPBU berbeda-beda. Namun, umumnya, kata dia, ada ketentuan angka maksimal pembelian BBM jenis Pertalite.
Informasi tersebut ia sampaikan lantaran mobil yang dikendarai awak redaksi corebusiness.co.id ingin membeli Pertalite lebih dari angka yang telah ditentukan pengelola SPBU tersebut.
Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung meminta masyarakat tetap tenang menjelang Lebaran Idulfitri 2026, karena pemerintah telah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan pasokan listrik berada dalam kondisi aman. Disampaikan, pada Rabu (18/3) cadangan BBM nasional tercatat berada pada kisaran 27-28 hari, sehingga kebutuhan masyarakat dipastikan masih dapat terpenuhi dengan baik.
“Hari ini saya melakukan pengecekan ketersediaan BBM dan juga kehandalan kelistrikan untuk sistem Jawa Tengah. jadi, untuk ketersediaan BBM, cadang mnimal itu justru jauh sudah terlewati. Masyarakat bisa dengan aman menikmati mudik lebaran 2026 ini,” kata Yuliot saat mengecek ketersediaan BBM di Rest Area KM 379A Batang.
Yuliot menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasokan energi, baik untuk kebutuhan transportasi maupun kelistrikan, masih berada pada tingkat yang aman. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir, termasuk menghindari pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Berbeda dengan kebijakan pengelola SPBU, Yuliot menyatakan bahwa pemerintah tidak memberlakukan pembatasan pembelian BBM selama periode libur Lebaran. Kebijakan ini berlaku baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah, sehingga masyarakat dapat memperoleh BBM sesuai kebutuhan.
“Kita belum ada pembatasan. Itu baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, juga oleh pemerintah daerah,” jelasnya.
Meski demikian, Yuliot mengimbau masyarakat untuk tetap tertib saat mengisi BBM di SPBU, terutama jika terjadi antrean.
“Jadi, untuk masyarakat yang mengantre di SPBU, tolong bersabar, jangan ada kericuhan. Tentu kita melayani secepat mungkin,” ungkapnya.
Selain BBM, Yuliot juga memastikan bahwa pasokan listrik dalam kondisi terkendali. Ia menyebut daya mampu sistem kelistrikan saat ini mencapai 52 gigawatt, sementara beban puncak berada di angka 35 persen. Dengan demikian, masih tersedia cadangan atau risk margin sekitar 48 persen dari rata-rata kebutuhan harian.
“Jadi, kita memiliki cadangan atau risk margin sekitar 48 persen. Jadi, masyarakat yang perlu khawatir,” jelasnya.
Menurutnya, pemerintah terus bekerja keras menjaga kestabilan pasokan energi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dari Sabang hingga Merauke, termasuk dalam mendukung kelancaran mudik dan perayaan Idulfitri. Ia menegaskan bahwa ketersediaan energi menjadi perhatian utama pemerintah, terutama pada periode meningkatnya kebutuhan seperti menjelang hari raya.
“Jadi, kita mengharapkan ketersediaan BBM bagi masyarakat itu bisa terpenuhi dari Sabang sampai dengan Merauke, bagi masyarakat yang merayakan Idulfitri. Ini kita bekerja keras untuk menjaga ketersediaan energi,” tuturnya. (Rif)