Jakarta,corebusiness.co.id-Hasil studi dari Asosiasi Industri Energi Surya (SEIA) dan Wood Mackenzie, pada Selasa (10/3/2026), melaporkan pasar energi tenaga surya Amerika Serikat (AS) menambah pemasangan kapasitas baru sebesar 43 gigawatt (GW) sepanjang tahun 2025. Kapasitas ini lebih rendah dibandingkan tahun 2024, dengan hampir 50 GW.
Menurut hasil studi, menurunnya kapasitas pemasangan tenaga surya menunjukkan momentum pendinginan di seluruh sektor setelah Presiden Donald Trump menghapus subsidi dan keringanan pajak untuk pengembang energi terbarukan.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa RUU “One Big Beautiful” yang disahkan oleh pemerintahan Presiden Trump telah menyebabkan gangguan di seluruh industri, dengan instalasi tenaga surya skala utilitas menurun 16% dan tenaga surya komunitas menurun 25% pada tahun 2025.
Diungkapkan, industri tenaga surya AS sedang menghadapi tekanan tarif dan pembekuan persetujuan untuk proyek-proyek besar di bawah pemerintahan Presiden Trump saat ini. Hal ini mencerminkan agenda Pemerintah AS yang berfokus pada energi dari sektor minyak, gas, batubara, dan nuklir, serta menandai pergeseran dari kebijakan hijau di saat kepemimpinan Presiden Joe Biden.
Namun demikian, studi tersebut mencatat bahwa energi surya dan penyimpanan energi menyumbang 79% dari penambahan kapasitas baru pada tahun pertama pemerintahan Trump, dengan lebih dari dua pertiga instalasi terjadi di negara bagian yang dimenangkan olehnya.
Texas memimpin dengan 11 GW kapasitas surya baru, diikuti oleh Indiana, Florida, Arizona, Ohio, Utah, dan Arkansas.
“Tenaga surya tetap kompetitif secara ekonomi, terutama karena permintaan listrik dari pusat data yang didedikasikan untuk AI melonjak ke rekor tertinggi,” demikian tulis laporan tersebut.
“Washington harus memberikan kepastian kebijakan agar pasar dapat berfungsi dan mengimbangi pertumbuhan permintaan energi,” kata Presiden dan CEO sementara SEIA, Darren Van’t Hof, seperti dikutip Reuters.
“Tanpa kepastian ini, lebih sedikit pembangkit tenaga surya yang akan dibangun dan warga Amerika akan menanggung akibatnya dengan tagihan energi yang lebih tinggi,” imbuhnya.
Laporan tersebut memperkirakan AS akan menambah kapasitas tenaga surya baru sebesar 490 GW pada tahun 2036, sehingga kapasitas terpasang kumulatif mencapai hampir 770 GW.
“Jelas bahwa energi surya akan terus menjadi sumber utama kapasitas pembangkit listrik baru di AS, bahkan ketika pembangkit listrik tenaga gas terus tumbuh,” kata Kepala Bagian Energi Surya di Wood Mackenzie, Michelle Davis. (Rif)