160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Wacana JK Harga BBM Naik, Gibran: Tak Sejalan Arahan Presiden Prabowo

Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Muhammad Jusuf Kalla dan Wakil Presiden ke-14 RI, Gibran Rakabuming Raka soal pandangan harga BBM di dalam negeri imbas konflik perang AS-Israel melawan Iran. Ilustrasi: corebusiness.co.id
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Beda pandangan antara Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Muhammad Jusuf Kalla dengan Wakil Presiden ke-14 RI, Gibran Rakabuming Raka soal kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi perhatian publik. Jusuf Kalla sempat mengusulkan harga BBM dinaikkan, Gibran usulan ini tak sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Gibran mengatakan, pemerintah menghormati usulan yang ada, termasuk dari Jusuf Kalla (JK). Namun, dia berpandangan usulan ini tak sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Mohon maaf hal tersebut tidak sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo yang secara jelas dan tegas telah memerintahkan jajarannya untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi agar tetap terjangkau oleh masyarakat kecil,” ujar Gibran dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/4/2026)

Gibran menyampaikan, pemerintah akan melakukan efisiensi dan refocusing anggaran agar masyarakat kelas bawah tak terbebani efek berantai dari kenaikan BBM. Selain itu, pemerintah terus mendorong akselerasi transisi menuju penggunaan kendaraan listrik dan energi terbarukan.

750 x 100 PASANG IKLAN

Gibran mencontohkan peresmian fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, oleh Presiden Prabowo. Langkah ini dinilai merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi penggunaan BBM.

Adapun JK mengusulkan kepada pemerintahan Presiden Prabowo untuk mempertimbangkan menaikkan harga BBM imbas konflik di Timur Tengah, sehingga harga minyak mentah melambung tinggi di atas 100 dolar AS per barel.

Meski begitu, JK juga mendorong adanya upaya penghematan penggunaan BBM.

“Hemat memakai BBM, artinya angkutan umum lebih umum. Begitu juga seperti anjurkan oleh Bahlil ya, untuk masak harus hemat. Banyak hal yang harus dihemat betul. Tapi memang situasi banyak hal yang tidak bisa diatasi sendiri, karena memang ini naik harga pun karena harga BBM internasional semua kena,” kata JK kepada media massa, pada Rabu (1/4) lalu.

750 x 100 PASANG IKLAN

JK mencontohkan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM di tahun 2005-2006, ketika terjadi krisis di dalam negeri.

“Dengan harga naik, otomatis orang mengurangi pemakaian BBM. Dia tidak pergi ke mana-mana kalau tidak perlu. Bisa mengurangi setengah pemakaian BBM. Tapi kalau dikasih harga murah, orang seenaknya,” tutur JK.

Dalam kesempatan berbeda, JK juga mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pengurangan beban subsidi energi, termasuk BBM di tengah lonjakan harga minyak dunia imbas konflik antara AS dan Israel melawan Iran. Menurutnya, membengkaknya subsidi energi berpotensi memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta menambah beban utang pemerintah.

“Kita minta bahwa agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi. Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga,” kata Jusuf Kalla di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (5/4).

750 x 100 PASANG IKLAN

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan pemerintah memastikan harga BBM untuk jenis bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun.

Purbaya menegaskan bahwa kebijakan subsidi BBM telah dihitung secara matang dengan mempertimbangkan berbagai skenario, termasuk asumsi harga minyak dunia yang mencapai 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun. Berdasarkan perhitungan tersebut, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga di kisaran 2,9 persen.

Selain itu, pemerintah juga memiliki bantalan fiskal berupa sisa anggaran lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun yang dapat digunakan jika terjadi tekanan yang lebih besar, seperti lonjakan harga minyak yang tidak terkendali. Namun demikian, pemerintah menilai kemungkinan harga minyak bertahan tinggi dalam jangka panjang relatif kecil.

Purbaya meminta masyarakat tidak terpengaruh spekulasi mengenai kondisi keuangan negara. Ia menegaskan bahwa kapasitas fiskal pemerintah masih memadai untuk mendukung berbagai kebijakan yang telah ditetapkan. (Rif)

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !