
Bupati Kabupaten Sigi, Mohammad Rizal Intjenae sekaigus Ketua Umum LTKL periode 2025–2028, menambahkan bahwa inovasi kabupaten kini semakin beragam, mulai dari sentra inkubasi produk lokal, forum investasi berbasis alam, hingga ruang publik kreatif.
“Harapan saya untuk Kabupaten Sigi adalah bagaimana kabupaten ini bisa terus bergerak dan tumbuh. Sebagai Ketua Umum terpilih, saya memiliki visi untuk mendorong sektor pertanian dan pariwisata sebagai kekuatan utama dari Sigi,” tutur Rizal.
Untuk sektor wisata, disebutkan Rizal, Sigi memiliki Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu yang menjadi bagian dari cagar biosfer dunia dan salah satu penyumbang oksigen terbesar di dunia. Dari sisi pertanian, lanjutnya, Sigi sudah memiliki produk unggulan daerah seperti kopi yang memiliki potensi tinggi.
“Dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi melalui program kedaulatan pangan juga semakin memperkuat langkah kami. Ini menunjukkan bahwa Sigi sudah mulai bergerak,” katanya optimis.
Rizal juga menyampaikan manfaat bergabung ke LTKL, salah satunya turut mendatangkan keuntungan dalam bentuk investasi bagi Sigi.
“Dengan adanya LTKL dengan jaringan investor dan mitra yang dimiliki, valuasi investasi di Sigi salah satunya dari sektor pertanian dan perkebunan berkelanjutan kini sudah mencapai lebih dari 36 miliar rupiah,” imbuh Rizal.
Sementara Dewan Pembina LTKL, Fitrian Adriansyah, menekankan pentingnya integrasi investasi dan konservasi.