160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Aceh Alami Inflasi Tertinggi Desember 2025 akibat Harga Makanan, Minuman, dan Tembakau Naik Pascabencana

Ilustrasi: Kilometer 0 di Sabang, Provinsi Aceh.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Aceh mengalami inflasi tertinggi pada Desember 2025. Penyebabnya, harga komoditas makanan, minuman, dan tembakau naik pascabencana hidrometeorologi yang terjadi di Pulau Sumatera.

Berdasarkan data BPS, pada Desember 2025 terjadi inflasi sebesar 0,64 persen (m-to-m) atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,22 pada November 2025 menjadi 109,92 pada Desember 2025.

”Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,66 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,48 persen,” jelas Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Selain itu, terdapat komoditas yang masih memberikan andil deflasi​ pada Desember 2025, di antaranya cabai merah dengan andil deflasi 0,03 persen.

750 x 100 PASANG IKLAN

Berdasarkan komponen, inflasi Desember 2025 utamanya didorong oleh inflasi komponen bergejolak dengan andil inflasi sebesar 0,45 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras.

Selanjutnya, komponen inti memberikan andil inflasi sebesar 0,12 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen inti adalah emas perhiasan dan minyak goreng.

Menurut wilayah, disampaikan Pudji, secara bulanan tercatat seluruh provinsi mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Aceh, yaitu sebesar 3,60 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Maluku Utara, yaitu sebesar 0,05 persen.

“Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat termasuk dalam kelompok provinsi dengan tingkat inflasi bulanan tertinggi setelah mengalami bencana banjir pada akhir November 2025,” ungkap Pudji.

750 x 100 PASANG IKLAN

Secara umum, BPS melaporkan bahwa komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar di ketiga provinsi tersebut. Sumatera Utara tercatat mengalami inflasi bulanan sebesar 1,66 persen dan Sumatera Barat sebesar 1,48 persen.

Sementara secara tahunan (y-on-y), pada Desember 2025 terjadi inflasi sebesar 2,92 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 106,80 pada Desember 2024 menjadi 109,92 pada Desember 2025.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan ini utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 4,58 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 1,33 persen. (Rif)

 

750 x 100 PASANG IKLAN

 

 

 

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !