Cepu,corebusiness.co.id--Direktur Utama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), Avep Disasmita, menekankan kepada kru rig untuk menerapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (HSSE) yang telah ditetapkan perusahaan.
Pesan itu disampaikan Avep saat melakukan kunjungan kerja ke RIG PDSI#40.3/DS1500-E yang tengah beroperasi di sumur eksplorasi Darajingga (DRJ)-001, wilayah kerja PT Pertamina EP Zona 11 Regional 4, Cepu, Jawa Tengah, Kamis (1/1/2026). Bagi perusahaan, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Kunjungan Avep di hari pertama tahun 2026 menjadi penegasan komitmen manajemen dalam memastikan seluruh aktivitas pengeboran berjalan aman, andal, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung upaya peningkatan cadangan migas nasional. Sumur eksplorasi DRJ-001 mulai ditajak pada 9 Oktober 2025 dengan target kedalaman mencapai 3.500 meter.
Di hadapan kru rig, Avep menyampaikan bahwa keberhasilan operasi pengeboran harus selalu diukur dari sejauh mana seluruh pekerja dapat pulang dalam kondisi selamat dan sehat.
“Target operasi boleh tinggi, tantangan boleh berat, tetapi keselamatan tidak boleh dikompromikan. Zero Accident bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata yang harus kita jaga bersama setiap hari,” kata Avep.
Avep mengingatkan seluruh pekerja untuk konsisten menerapkan prosedur kerja aman, menggunakan alat pelindung diri secara disiplin, serta meningkatkan kepedulian terhadap potensi risiko di lingkungan kerja. Ia juga menegaskan pentingnya budaya saling mengingatkan antarpekerja sebagai bagian dari upaya pencegahan kecelakaan kerja.
“Setiap perwira Pertamina Drilling memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk menjaga keselamatan. Jika melihat kondisi tidak aman, hentikan pekerjaan, laporkan, dan pastikan perbaikan dilakukan. Tidak ada pekerjaan yang begitu mendesak hingga harus mempertaruhkan nyawa,” katanya.
Capaian RIG PDSI#40.3/DS1500-E hingga 31 Desember 2025 pukul 00.00 WIB, total jam kerja selamat (safe man hours) telah mencapai 3.450.308 jam. Catatan ini mencerminkan konsistensi penerapan standar HSSE di RIG ini.
Menurut Avep, capaian tersebut harus menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas operasional di tahun 2026. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjaga zero accident akan berdampak langsung pada keandalan operasi, efisiensi biaya, dan keberlanjutan proyek.
“Operasi yang aman adalah operasi yang paling produktif. HSSE yang kuat memastikan proyek berjalan tepat waktu, efisien, dan memberikan nilai maksimal bagi perusahaan dan negara,” ujarnya.
Operasi pengeboran sumur DRJ-001 memiliki peran strategis dalam mendukung upaya Pertamina Group meningkatkan cadangan migas domestik sebagai bagian dari ketahanan energi nasional.
Rig Superintendent PDSI #40.3/DS1500-E, Agung Priambodo, mengapresiasi kunjungan manajemen yang dinilainya memberikan dorongan moral bagi kru di lapangan.
“Kehadiran manajemen menjadi penyemangat bagi kami untuk bekerja lebih disiplin, profesional, dan mengutamakan keselamatan,” kata Agung.
Menutup kunjungannya, Avep kembali menegaskan pesan keselamatan kepada seluruh kru sebagai komitmen bersama di awal tahun 2026.
“Saya ingin tahun 2026 kita awali dengan satu tekad: bekerja selamat dari hari pertama hingga hari terakhir. Jaga diri kita, jaga rekan kerja kita, dan jaga operasi ini agar terus memberi kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional,” tegas Avep. (Rif)