160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Arab Saudi Diperkirakan Turunkan Harga Minyak Mentah Januari 2026 untuk Asia

Ilustrasi: Minyak mentah. Foto: CNN
750 x 100 PASANG IKLAN

Arab Saudi,corebusiness.co.id-Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia, dikabarkan akan menurunkan harga minyak mentahnya untuk Januari 2026 bagi pembeli dari Asia.

“Penurunan harga minyak mentah itu mengikuti penurunan harga acuan spot, ungkap sejumlah sumber pada hari Jumat (28/11/2025), seperti dikutip Reuters.

Diberitakan, harga jual resmi minyak mentah unggulan Arab Light untuk Januari 2026 kemungkinan akan turun 30-40 sen per barel menjadi premium antara 60 sen dan 70 sen dibandingkan rata-rata harga Oman dan Dubai, ungkap lima sumber penyulingan yang berbasis di Asia dalam survei Reuters.

Data Reuters menunjukkan hal itu akan menandai penurunan bulanan kedua dan terendah sejak Januari 2021.

750 x 100 PASANG IKLAN

Sumber itu mengungkapkan, outside plant (OSP) Januari untuk jenis minyak mentah lainnya—Arab Extra Light, Arab Medium, dan Arab Heavy—bisa turun 30-50 sen per barel mulai Desember.

Proyeksi tersebut mencerminkan tren penurunan premi tunai Dubai terhadap swap, yang rata-rata mencapai 90 sen per barel sepanjang bulan ini, turun 32 sen dari Oktober.

Tekanan tersebut berasal dari pasokan yang melimpah dan prospek surplus karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) plus Rusia dan sekutu lainnya, yang dikenal sebagai OPEC+, meningkatkan produksi dan memperlambat pertumbuhan permintaan.

OPEC+ telah menaikkan target produksi sekitar 2,9 juta barel per hari dari April hingga Desember.

750 x 100 PASANG IKLAN

Delapan negara OPEC+, yang secara bertahap meningkatkan produksi pada tahun 2025, diperkirakan sumber tersebut, akan mempertahankan kebijakan mereka untuk menghentikan kenaikan produksi pada kuartal pertama tahun 2026 pada pertemuan mendatang mereka pada hari Minggu.

Terdapat pula pasokan tambahan tak terduga bulan ini dari Kuwait Petroleum Corp yang menawarkan sekitar 3,9 juta barel minyak mentah berat ke pasar spot setelah terjadi pemadaman di kilang Al-Zour akibat kebakaran.

Sementara itu, raksasa minyak negara Saudi Aramco menetapkan harga minyak mentahnya berdasarkan rekomendasi dari pelanggan dan setelah memperhitungkan perubahan nilai minyaknya selama sebulan terakhir, berdasarkan hasil dan harga produk.

Impor Minyak Mentah Indonesia

750 x 100 PASANG IKLAN

Data Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan impor minyak mentah Indonesia pada Januari hingga Maret (kuartal I) dominan berasal dari Arab Saudi, sebesar 735 ribu ton dengan nilai mencapai US$ 439 juta.

Impor minyak mentah terbesar kedua dari Angola sebesar 618,3 ribu ton dengan nilai mencapai US$ 350 juta. Di bawahnya ada Nigeria sebesar 503 ribu ton dengan nilai mencapai US$ 296 juta, Amerika Serikat 214 ribu ton dengan nilai mencapai US$ 139 juta, Australia 153 ribu ton dengan nilai mencapai US$ 102 juta, dan dari negara lainnya 413 ribu ton dengan nilai mencapai US$ 243 juta.

Bergeser ke Juli 2025, secara general nilai impor Indonesia turun 5,86 persen (US$1.280,2 juta) dibandingkan Juli 2024 menjadi US$20.575,4 juta disebabkan oleh penurunan impor migas US$1.044,4 juta (29,36 persen) dan nonmigas US$235,8 juta (1,29 persen).

BPS melaporkan, penurunan impor migas disebabkan oleh turunnya impor minyak mentah US$302,7 juta (27,80 persen) dan hasil minyak US$741,7 juta (30,04 persen).

Belum terlalu lama, Pemerintah Indonesia menyuarakan rencana akan meningkatkan impor dari AS hingga mencapai 40 persen dari total impor migas. Rencana tersebut mencuat setelah Presiden AS, Donald Trump menurunkan tarif bea masuk impor Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen. (Gaska)

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
ANINDYA

Tutup Yuk, Subscribe !