160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Diam-Diam Tren Harga Perak Naik Membayangi Emas

750 x 100 PASANG IKLAN

Australia,corebusiness.co.id-Diam-diam harga perak di pasar spot London Metal Exchange (LME) merangkak naik. Tren kenaikan harga perak terus membayang-bayangi harga logam emas.

Perak—mungkin—masih dipandang sebagai pendamping emas di pasar logam mulia LME. Namun, harga perak yang mengalami kenaikan berkelanjutan telah menghasilkan imbal hasil bagi investor.

Analis pasar memperkirakan perak memiliki prospek jangka panjang yang lebih menarik, mengingat defisit pasokan struktural dan melonjaknya permintaan dari teknologi terbarukan seperti panel surya.

Seperti diberitakan Reuters, tren harga perak di spot LME mengalami kenaikan sejak Oktober 2023, melonjak 163 persen dari level terendah $20,67 per ons pada 3 Oktober tahun yang sama. Angkanya sempat mencapai rekor tertinggi $54,38 pada 13 November 2025.

750 x 100 PASANG IKLAN

Harga perak di spot LME ditutup di angka $51,33 per ons pada Rabu (26/11/2025). Tak ingin dibalap, harga emas di pasar spot LME naik 142 persen dari level terendah $1.813,90 per ons pada 3 Oktober 2023 ke rekor $4.381,21 pada 20 Oktober. Kemarin, harga emas ditutup di angka $4.163,51 per ons.

Meskipun kinerja perak belum mengungguli emas, kenaikannya yang lebih kuat terjadi tanpa sorotan media yang mungkin lebih glamor dari emas.

Emas memiliki rekam jejak memberikan persentase imbal hasil yang tinggi ketika harganya mencapai rekor tertinggi $1.920,30 per ons pada 6 September 20211.

Begitu pun perak, memberikan persentase imbal hasil tinggi dengan reli kenaikan sebesar 431 persen antara Oktober 2008 hingga rekor tertinggi $48,24 per ons pada 27 April 2011.

750 x 100 PASANG IKLAN

Namun media cenderung lebih fokus pada emas ketika terjadi reli kenaikan harga perak, mengingat perannya sepanjang sejarah sebagai penyimpan nilai dan daya tariknya sebagai perhiasan.

Tren kenaikan harga perak saat ini semakin menguat setelah Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS, yang memicu ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter.

Tetapi, kebijakan itu bukan berarti tidak ada bayang-bayang risiko hilangnya kepercayaan terhadap aset-aset AS, seperti obligasi Pemerintah AS (treasury) seiring pemerintahannya berupaya meningkatkan kendali atas Federal Reserve.

Aksi beli oleh bank sentral dan minat investor yang kuat terhadap emas, baik dalam reksa dana yang diperdagangkan di bursa, maupun batangan dan koin, turut mendorong reli harga emas. (Gaska)

750 x 100 PASANG IKLAN

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
ANINDYA

Tutup Yuk, Subscribe !