
Jakarta,corebusiness.co.id- Pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan yang menyatakan bahwa 50 persen anggaran bansos tidak tepat sasaran selama 5 tahun terakhir, Menteri Sosial Saifullah Yusuf akan melakukan evaluasi pemberian bantuan sosial dengan melakukan pemutahiran data penerima bansos.
“Kalo 50 persen itu angkanya cukup besar, tapi apa yang disampaikan Pak Luhut itu akan kita akomodasi, karena apa yang disampaikan Pak Luhut adalah dalam 10 tahun terakhir tentu kita akan pelajari cermati dan akan kita jadikan bahan evaluasi,” kata Saifullah Yusuf.
Menteri Sosial Saifullah akan evaluasi pemutahiran data setiap 3 bulan dengan maksud agar penerima manfaat bisa tepat sasaran.
“Maka itu akan kita buat 3 bulan kedepan kita harus sepakat dengan BPS setiap 3 bulan kita lakukan pemutahiran, setiap 3 bulan kita lakukan pengecekan evaluasi, kita cek lagi sehingga bisa jadi penerima manfaat bisa tidak mendapatkan lagi pada triwulan berikutnya,”ujar Saifullah Yusuf
Lebih lanjut Menteri sosial menyebutkan bahwa anggaran Kementerian Sosial saat ini Rp 79 trilyun dengan cash transfer Rp 75 trilyun, sisa dana digunakan untuk operasional gaji pegawai, gaji pendamping dan bantuan sosial adaptif.
“Yang berada di Kemensos adalah Rp 79 trilyun itupun sudah dengan operasional. cash transfernya itu Rp 75 trilyun, itu berupa cash transfer lewat himbara dan Pt Pos, sisanya buat operasional gaji pegawai, gaji pendamping dan program pendukung bansos adaptif (bansos untuk bencana),” tutupnya.(Oby).