Jakarta,corebusiness.co.id-Pemerintah Belanda akan mengaktifkan fase pertama rencana krisis energi pada Senin, 20 April 2026. Menambah deretan negara yang mengalami krisis energi.
Situasi global sedang tidak aman, dampak dari perang Rusia versus Ukraina. Semakin diperburuk dengan pecahnya perang AS-Israel melawan Iran, yang berujung penutupan Selat Hormuz.
Iran menutup jalur angkutan 20 persen pasokan minyak dan gas dunia yang melintasi Selat Hormuz. Distribusi energi ke negara-negara pengimpor pun menjadi tersendat. Perang berdampak pada krisis energi ke beberapa negara.
Beragam cara negara mencari solusi untuk mengatasi hambatan pasokan energi. Umumnya, menerapkan kebijakan efisiensi penggunaan energi, sebagai solusi jangka pendek.
Namun, ada pula beberapa negara kondisi ketersediaan energinya dinilai sangat mengkhawatirkan. Seperti yang dialami Belanda.
Pemerintah Belanda, seperti dikutip Kantor Berita ANP, akan mengaktifkan fase pertama rencana krisis energi pada Senin, 20 April 2026. Ini adalah pertama kalinya Pemerintah Belanda mengaktifkan rencana tersebut, yang dirancang selama krisis energi yang dipicu oleh invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.
Pengaktifan tahap pertama ,berarti pasar bahan bakar terdistorsi, tanpa kekurangan langsung. Pada tahap ini, pasar energi akan dipantau secara ketat, sementara Pemerintah Belanda dan industri bersiap untuk situasi yang lebih buruk.
Perdana Menteri Belanda Rob Jetten pada Jumat, mengatakan pemerintahnya akan mengumumkan langkah-langkah untuk mengkompensasi masyarakat atas kenaikan biaya energi pada Senin. Langkah-langkah ini diperkirakan akan mencakup keringanan pajak bagi pemilik mobil, tetapi bukan penurunan pajak bahan bakar.
Kondisi dialami Belanda, menambah daftar negara-negara yang mengalami krisis energi impas perang.
Disarikan dari berbagai sumber, sebelumnya, sudah ada tujuh negara yang secara terang-terangan menyatakan mengalami krisis energi. Ketujuh negara tersebut sebagai berikut:
Filipina
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mendeklarasikan darurat energi nasional imbas pasokan bahan bakar minyak dan gas yang terganggu gegara perang AS-Israel vs Iran.
Status darurat energi nasional ini berlaku selama satu tahun dan sebagai respons terhadap perang serta penutupan Selat Hormuz.
Vietnam
Dampak krisis energi di Vietnam, maskapai nasional Vietnam Airlines memangkas hampir dua lusin penerbangan domestik tiap pekan mulai April. Langkah ini diambil menyusul pasokan bahan bakar pesawat (avtur) yang terbatas dan harga melonjak.
Tak cuma itu, harga solar di Vietnam juga naik dua kali lipat imbas konflik di Asia Barat.
Tailan
Krisis energi di Tailan mengakibatkan terganggunya layanan taksi di bandara Suvarnabhumi. Sejumlah pengemudi bahkan terpaksa menghentikan operasional secara bertahap karena sulit mendapat BBM.
Kamboja
Krisis energi di Kamboja mengakibatkan harga solar melonjak 68 persen di negara ini. Tak cuma itu, lebih dari 400 SPBU di seluruh negeri terpaksa berhenti beroperasi karena stok habis dan biaya operasional yang tinggi.
Myanmar
Antrean yang mengular di SPBU juga terjadi di Myanmar. Para petani rela tidur di SPBU untuk mendapat solar agar traktor mereka bisa beroperasi.
Beberapa orang bahkan mengunjungi SPBU sejak pukul 03.00 dini hari. Warga lain bahkan ada yang sudah mengantre dua hari.
Bangladesh
Bangladesh menutup universitas, sekolah berbahasa Inggris, hingga pusat bimbingan belajar di seluruh negeri saat krisis BBM.
Kementerian Pendidikan Bangladesh mengeluarkan surat edaran yang mengarahkan kampus-kampus memulai libur Idulfitri lebih awal dari jadwal biasanya. Ini secara efektif menutup seluruh universitas di dalam negeri.
Sri Lanka
Sri Lanka menetapkan hari libur tiap Rabu bagi instansi pemerintah, termasuk sekolah dan universitas.
Selain itu, pihak berwenang Sri Lanka membatasi pembeli BBM dengan 20 liter per minggu untuk setiap warga. Harga bahan bakar juga melonjak hingga 33 persen, demikian dikutip Al Jazeera.
Berdasarkan sistem jatah mingguan itu, sepeda motor diperbolehkan membawa 8 liter bensin, mobil 25 liter bensin, bus 100 liter solar, dan truk 200 liter solar. (Rif)