NAMANYA ikan betutu (Oxyeleotris marmorata), sejenis ikan air tawar. Nama-nama di pelbagai daerah di Indonesia adalah bakut, bakutut, belosoh (nama umum), boso, boboso, bodobodo, ikan bodoh, gabus bodoh, ketutuk, ikan malas, ikan hantu, kuthuk gunung (di daerah Jawa), dan lain-lain. Dalam Bahasa Inggris disebut marble goby atau marble sleeper, merujuk pada pola-pola warna di tubuhnya yang serupa batu pualam kemerahan.
Nama ikan ini masih kalah pamor dibandingkan ikan mujair, mas, lele, atau gurame. Namun, di balik ketenangannya betutu menyimpan kejutan besar: harga jualnya sangat tinggi. Di tingkat peternak, harga jual betutu antara Rp 150 ribu-Rp 180 ribu per kilogram (kg). Sementara di restoran berbintang, satu porsi olahan masakan betutu bisa dijual mencapai Rp 400 ribu.
Bahkan di pasar ekspor seperti Singapura, Taiwan, dan Tiongkok, ikan betutu sudah menjadi santapan favorit kalangan eksekutif. Mengapa harga ikan betutu begitu mahal?
Disarikan dari Wikipedia, ikan bertubuh kecil sampai sedang dengan kepala yang besar. Panjang tubuh (SL, standard length) maksimum hingga sekitar 65 cm. Tetapi kebanyakan hanya antara 20–40 cm atau kurang. Berwarna merah bata pudar, kecoklatan atau kehitaman, dengan pola-pola gelap simetris di tubuhnya. Tanpa bercak bulat (ocellus) di pangkal ekornya.
Sirip dorsal (punggung) yang sebelah muka dengan enam jari-jari yang keras (duri); dan yang sebelah belakang dengan satu duri dan sembilan jari-jari yang lunak. Sirip anal dengan satu duri dan 7–8 jari-jari lunak. Sisik-sisik di tengah punggung, dari belakang kepala hingga pangkal sirip dorsal (predorsal scales) 60–65 buah. Sisik-sisik di sisi tubuh, di sepanjang gurat sisi (lateral row scales) 80–90 buah.
Seperti dicerminkan oleh namanya, ikan ini malas bergerak atau berpindah tempat. Ia cenderung diam saja di dasar perairan, sekalipun diusik. Hanya di malam hari betutu agak aktif, memburu udang, ikan-ikan kecil, yuyu, atau siput air. Ikan betutu didapati di sungai-sungai di bagian yang terlindung, rawa, waduk, saluran air atau parit.
Betutu menyebar di Asia Tenggara: Tailan, Vietnam, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Semenanjung Malaya, Filipina, dan Indonesia: Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan didapati pula di Jawa.